LANGGANAN : Sebuah masjid tak berpenghuni di Dukuh Senik, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, masih berdiri di tengah kepungan air laut. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
LANGGANAN : Sebuah masjid tak berpenghuni di Dukuh Senik, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, masih berdiri di tengah kepungan air laut. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Bencana rob yang melanda Desa Bedono, Kecamatan Sayung, dalam beberapa tahun ini tidak semata dianggap sebagai musibah. Namun, bencana tersebut juga dipahami sebagai anugerah. Hal ini disampaikan Kepala Desa Bedono, Agus Salim.

Menurutnya, air rob yang menggenangi wilayah kampung yang dipimpinnya tersebut merupakan anugerah yang patut disyukuri. “Meskipun direndam air laut, tapi kami melihat ini sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang justru patut diperhitungkan,”katanya.

Bahkan, pihak pemerintahan desa telah mengusulkan kepada Pemkab Demak supaya Desa Bedono yang sebagian besar diterjang air laut dapat dijadikan menjadi desa wisata. Dengan demikian, status sebagai desa wisata ini dikemudian dari dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Banyak hal yang bisa digarap untuk menjadikan desa yang kena bencana ini sebagai destinasi wisata. Yang sudah berjalan sekarang adalah keberadaan makam Syech Mudzakir dan hutan mangrove. Ribuan peziarah sudah mendatangi lokasi becana rob dan abrasi ini,” katanya. (hib/zal)