33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

MUI Serukan Umat Islam Wajib Memilih

Pilkada Jateng 2018

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Umat Islam diwajibkan menggunakan hak pilih dalam Pilkada Jateng yang akan dilaksanakan serentak pada Rabu (27/6). Meliputi level pemilihan pasangan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan pasangan bupati/wali kota beserta wakilnya di tujuh daerah.

Seruan tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Dr KH Ahmad Darodji dan Sekretaris Umum (Sekum) Drs KH Muhyiddin MAg lewat seruan yang ditandatangani 23 Juni 2018.

“Memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imaroh dalam kehidupan bersama. Maka umat Islam wajib menggunakan hak pilih dan mendukung pasangan calon (paslon) kepala daerah dengan mengutamakan persaudaraan dan perdamaian serta menghindari konflik antarsesama sebagaimana Fatwa/Ij’tima Ulama 2009 mengenai hak pemilih dalam pemilu,” tegas Kiai Darodji.

Menurutnya, pelaksanaan Pilkada Jateng merupakan ikhtiar bersama untuk membangun provinsi ini menuju lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka, umat Islam hendaknya menggunakan hak pilih pasangan calon kepada daerah yang amanah sesuai hati nurani.

Pilkada, tegasnya, tak ada paksaan. Siapa pun tak boleh memaksakan pasangan calonnya. Bila ada yang memaksa pemilih untuk memilih pasangan calon tertentu, hal itu masuk kategori pelanggaran pemilu dan patut diproses hukum.

Menurut Kiai Darodji, pemilu dalam pandangan Islam sebagai upaya memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi syarat ideal bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai aspirasi umat dan untuk kepentingan bangsa. Maka, setiap pengguna hak pilih agar menolak politik uang, kampanye hitam, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian.

“Kami mendorong penyelenggaraan Pilkada Jateng yang terbaik, secara langsung, umum, bebas dan rahasia luber serta adil sesuai perundangan yang berlaku,” tegasnya.

Terkait pilkada di Jateng yang tinggal 2 hari, Kesbangpol Jateng menyosialisasikan gerakan Pilkada yang bebas politik uang. Setidaknya ada enam jenis poster, liflet yang diunggah ke media sosial sebagai kampanye antipolitik uang.

Beragam tulisan tersebut antara lain budayakan politik tanpa uang, stop politik uang, tolak politik uang pilihlah paslonmu tanpa uang saku, 100 persen tolak politik uang, tolak money politics, pilihan terbaik kamu jangan sampai diganti dengan uang. Liflet juga disertai ajakan kepada pemilih agar hadir di TPS pada 27 Juni.

Kepala Bidang Politik dalam Negeri Kesbangpol Jateng Drs Ibnu Kuncoro Msi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa misi sosialisasi tersebut untuk meningkatkan kualitas Pilkada Jateng agar lebih baik. Terutama mengeliminasi hingga membersihkan politik uang dari pilkada.

“Berbagai cara kami tempuh untuk melindungi pemilih dari gurita politik uang sekaligus mengajak pemilih agar tergerak hadir di TPS dalam menggunakan hak pilih secara benar. Sehingga diharapkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 ini akan terdongkrak secara signifikan,” tegasnya. (hid/ida)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

PPP Resmi Turunkan Rekomendasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi menurunkan rekomendasi kepada pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, Senin malam (8/1) kemarin. Prosesi...

Dari Takeran Hingga Belanda di Rumah Disway

Lama tak ada beritanya, pengembangan sepeda motor listrik Take Run ternyata terus berjalan. Kabar barunya, Dr Ir Bambang Prihandoko, ahli baterai lithium dari LIPI...

Tolak Pendirian SMP Negeri Baru

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Forum Komunikasi SMP-MTs Swasta Kecamatan Genuk Kota Semarang menolak rencana Pemkot Semarang mendirikan SMP Negeri 45 di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk....

Dewan Sepakati 40 Raperda

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Demak bersama tim Pembentukan Produk Hukum Daerah Pemkab Demak berhasil menyepakati usulan pembahasan sebanyak...

Banyak Anjal, Peradi Surati Hendi-Ita

SEMARANG - Setelah menerima keluhan masyarakat terkait banyaknya anak-anak di bawah umur yang mengasong dan mengemis di traffic light di seputar Kota Semarang, Dewan...

Tak Beri THR, Satu Perusahaan Dilaporkan

SEMARANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng telah menerima aduan terkait perusahaan yang diindikasi tidak akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada...