33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Tim Saber Pungli Amankan Jukir Liar Stasiun Poncol

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang mengamankan Siswanto, 44, warga Jalan Perbalan Purwosari III RT 5 RW 02 Purwosari, Semarang Utara.  Pria yang sehari-hari menjadi juru parkir (jukir) liar itu diamankan terkait dugaan kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi di kawasan Stasiun Poncol Semarang.

Penangkapan tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa keberatan dengan perbuatan Siswanto. Sebab, yang bersangkutan telah menarik parkir secara paksa kepada penjemput penumpang kereta api di Stasiun Poncol. Dari laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan, dan mengamankan Siswanto di Jalan Imam Bonjol, Sabtu (23/6) sekitar pukul 02.30.

“Pelaku ditangkap atas informasi warga yang merasa dirugikan lantaran pelaku mengutip uang saat korban sedang menjemput keluarganya di Stasiun Poncol,” ujar Ketua Tim Saber Pungli Kota Semarang AKBP Enrico Silalahi, kemarin.

Pria yang menjabat Wakapolrestabes Semarang ini menambahkan, dalam penindakan tersebut, petugas saber pungli menyita barang bukti uang tunai Rp 61 ribu dari Siswanto. Hingga kemarin, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di ruang Unit Tipikor Polrestabes Semarang untuk proses lebih lanjut.

“Ini bukan masalah besar kecilnya uang, tapi memberi rasa aman kepada masyarakat dan ingin membuktikan bahwa tim ini tidak main-main dengan namanya pungli di Kota Semarang,” katanya.

Penyidik Tipikor Polrestabes Semarang yang juga anggota Tim Saber Pungli Kota Semarang, AKP Ahmad, menjelaskan, perbuatan Siswanto dinilai sangat meresahkan masyarakat. Menurutnya, perbuatan itu tergolong aksi premanisme. “Itu premanisme. Dia itu kan meminta paksa kepada masyarakat yang berkunjung ke situ. Ada pengunjung mau jemput saudaranya terus ditarik uang, dikasih Rp 5 ribu gak mau. Mintanya lebih,” bebernya.

Bahkan, Ahmad juga menyebut profesi Siswanto bukanlah seorang juru parkir. Dari keterangan yang diperoleh saat dilakukan pemeriksaan, Siswanto tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) juru parkir. “Dia tidak punya KTA, di situ juga tidak punya lahan parkir. Jadi, kalau ada orang menaikkan penumpang ya ditarik, diminta paksa,” tegasnya.

Atas perbuatan tersebut, Ahmad mengatakan sanksi tegas yang diberikan adalah Tindak Pidana Ringan (Tipiring).  “Ada unsur premanisme juga, sanksinya ya kita jerat pasal tipiring,” katanya. (mha/aro)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Ibu Muda Test IVA

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Ratusan ibu muda di Kabupaten Pekalongan melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test dan Sadanis...

Penjualan Motor Matik Meningkat

Pengunjung sedang memilih motor matik Honda New Scopy di dealer Honda Gajahmada Semarang, Jumat (3/11). Penjualan sepeda motor matik di akhir 2017 diperkirakan masih...

Rekom Tak Digubris, Dewan Coret Anggaran PDAM

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Usulan anggaran PDAM Kabupaten Semarang untuk Program Sambungan Rumah (SR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 2018 tidak disetujui Badan Anggaran (Banggar)...

Transparansi Proyek, RSUD Tugurejo Datangi TP4D Kejati

SEMARANG - Dalam rangka pembangunan sejumlah proyek dan untuk mencegah terjadinya penyidikan tindak pidana korupsi, serta sebagai bentuk transparansi terhadap publik maupun penegak hukum, Rumah Sakit...

3 Kantin Sekolah Diterjang Puting Beliung

KENDAL—Hujan deras disertai angin lebat, mengakibatkan tiga kantin di SMK NU 02 Rowosari Kendal roboh hingga rata dengan tanah. Tidak hanya itu, ruang praktik sekolah, tempat kendaraan bermotor...

Hoax Ratusan Bayi Pengungsi Palu dan Donggala Minta Adopsi

JawaPos.com - Kabar berita bohong atau hoax yang beredar pascagempa disertai tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), masih saja bermunculan. Kali ini,...