SALING MEMAAFKAN : Suasana halal bi halal di Aula RSI Sultan Agung Semarang, Sabtu (23/6). (NUR WAHIDI/RADAR SEMARANG)
SALING MEMAAFKAN : Suasana halal bi halal di Aula RSI Sultan Agung Semarang, Sabtu (23/6). (NUR WAHIDI/RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 10 rumah sakit (RS) di Indonesia, saat ini telah mendapatkan sertifikat syariah tingkat nasional. Selain itu, ada 12 RS yang masih dalam proses sertifikasi.

“Tentunya rumah sakit yang sudah memiliki sertifikat syariah itu harus juga mendapatkan sertifikasi halal untuk dapur halal, karena itu sebagai suatu pernyaratan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) yang juga Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang dr Masyhudi dalam acara halal bi halal, Sabtu (23/6). Dalam kesempata ini juga diserahkan sertifikat halal dari Lembaga Pengkajian Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Jateng kepada RSI Sultan Agung.

Masyhudi menambahkan, untuk mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI Jateng, terdapat 173 elemen penilaian yang harus dipenuhi. Salah satunya sertifikat gizi halal atau dapur halal. RSI Sultan Agung Semarang sudah mendapatkan sertifikat gizi halal dengan nilai A. “Dengan adanya sertifikat halal itu, maka semua produk makanan yang ada di rumah sakit dipastikan dan dijamin kehalalannya,” tambahnya.

Direktur LPPOM MUI Jawa Tengah Prof Ahmad Rofiq  mengatakan, peraturan pemerintah sebagai aturan pelaksana Undang-Undang no 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal diharapkan sudah bisa berjalan pada Oktober 2019. Sehingga pihak industri wajib memberikan kejelasan jaminan halal pada produk yang dipasarkannya. Selain itu, juga ada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang akan menangani dan mengelola sertifikat halal. “BPJPH tidak akan bisa mengeluarkan sertifikat halal kalau MUI tidak mengeluarkan fatwa halal,” tambahnya. (hid/ton)