Oleh: Indah Susilowati SPd
Oleh: Indah Susilowati SPd

RADARSEMARANG.COM – MATA pelajaran  IPA di SMK Program pilihan Bisnis Manajemen (BISMEN) mempelajari lingkungan dan permasalahannya. Kompetensi dasar yang dipelajari diantaranya tentang limbah, polusi dan dampaknya, ekosistem, serta gejala-gejala alam biotik dan abiotik.  Kompetensi dasar yang diajarkan mengulas lebih dalam  materi yang sudah dipelajari di tingkat SMP. Pembelajaran yang berulang dengan metode dan yang sama akan membosankan bagi peserta didik. Dampak lebih lanjut  peserta didik cenderung pasif  bahkan mengabaikan pelajaran. Kondisi ini mengakibatkan hasil belajar tidak maksimal, sehingga perlu metode  dan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.

Menurut Dave Meier,  belajar menyenangkan (joyfull learning)  adalah sistem pembelajaran yang berusaha untuk membangkitkan minat, adanya keterlibatan penuh, dan terciptanya makna, pemahaman, nilai yang membahagiakan pada diri siswa. Pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan model, metode atau strategi yang  sesuai dengan materi pelajaran.

Pembelajaran IPA di SMK dapat menggunakan “Jari Den Gulo” untuk membuat suasana KBM (kegiatan belajar-mengajar) yang menyenangkan dan mendukung keberhasilan pembelajaran. Jari Den Gulo merupakan akronim dari Belajar IPA dengan Lagu Koplo  penulis tawarkan sebagai solusi untuk menghilangkan kebosanan terhadap pembelajaran yang berulang.

Lagu koplo merupakan lagu yang sedang digandrungi anak muda. Bojoku Galak (Nella Kharisma), Sayang (Via Vallen), dan Oplosan (Wiwik Sagita) contoh beberapa lagu koplo yang tak asing di kalangan remaja, termasuk pelajar. Menggubah lagu koplo dengan kalimat ataupun kata-kata berkaitan dengan materi IPA, kemudian dinyanyikan membuat suasana belajar mengasyikkan.

Langkah-langkah pembelajannya sebagai berikut: Pertama,  guru membuat kelompok heterogen yang terdiri atas empat peserta didik. Setiap kelompok diberi tugas membahas materi pelajaran yang berbeda dengan kelompok lain. Dalam setiap kelompok menentukan lagu koplo dan menggubah kata-katanya sesuai dengan materi kelompoknya.

Kedua, setiap kelompok memperbanyak teks lagu gubahannya untuk dibagikan ke kelompok lainnya. Ketiga, masing-masing kelompok menyanyikan lagu gubahannya di depan kelompok lainnya. Peserta didik terlihat sangat antusias belajar ketika penulis menerapkan metode ini dalam pembelajaran IPA materi “Mengidentifikasi Jenis-jenis Polusi di Lingkungan”.

Komunikasi antar anggota kelompok dalam pemilihan lagu dan merangkai kata-kata membuat suasana belajar lebih hidup.  Masing-masing kelompok berusaha untuk tampil sebaik-baiknya seolah-olah ditonton oleh penggemarnya. Beberapa kelompok bahkan menyanyikannya dengan iringan  musik. Kelompok lain ikut serta menyanyikan, karena semua kelompok mempunyai teks gubahan.  Apalagi lagu yang dinyanyikan sudah “familiar” di telinga mereka. Suasana belajar IPA menjadi lebih mengesankan dan menyenangkan.

Keuntungan dari Jari Den Gulo adalah suasana menyenangkan dan antusias (aktivitas) peserta didik sangat tinggi saat pembelajaran. Setiap peserta didik mempelajari materi pelajaran dengan lagu yang sudah dikenal lebih bisa membangkitkan kembali daya ingatnya. Dampak lain dari pembelajaran ini adalah terbentuknya karakter peserta didik. Tumbuhnya disiplin dan rasa tanggungjawab peserta didik terbentuk pada saat  menyelesaikan tugas menggubah lagu. Sikap saling menghargai terbentuk pada saat berdiskusi memilih lagu dan merangkai kata-kata. Rasa  percaya diri muncul pada saat peserta didik tampil menyanyikan lagu gubahannya di depan kelompok lainnya.

Jari Den Gulo penulis tawarkan sebagai metode yang membawa suasana KBM menyenangkan, peserta didik lebih antusias, sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan hasil pembelajaran dan terbentuknya karakter peserta didik. (igi2/aro)

Guru SMK Negeri 1 Salatiga