Sampah Lebaran Naik 15 Persen

145

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Libur Lebaran, produksi sampah Kota Bengawan naik 15 persen dari hari biasanya. Meski tidak banyak, Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta bakal terus memantau kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo mengingat masih ada hujan dan antisipasi memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, jumlah produksi sampah Kota Surakarta mencapai 260 ton dalam sehari. “Prediksi awal kemarin 20-30 persen dibanding hari biasa. Tapi setelah rekap data kemarin, kenaikan hanya sebesar 15 persen. Mayoritas adalah produk sampah runah tangga,” jelas Kepala DLH Kota Surakarta, Sri Wardhani, Sabtu (23/6).

Meski kenaikan 15 persen lebih kecil dari prediksi awal, pengawasan di TPA akan terus dilakukan dengan intensif. Pengawasan dilakukan mengingat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Pihaknya khawatir pembusukan sampah di sana akan menimbulkan bau tak sedap bagi warga sekitar Mojosongo, khususnya yang berada di radius 5 kilometer dari TPA Putri Cempo. “Kalau hujan musuhnya itu bau. Ini perlu diantisipasi, paling tidak agar pembusukan bisa lebih merata,” kata perempuan yang akrab disapa Dhani tersebut.

Selain curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, pihaknya juga waspada akan musim kemarau yang akan terjadi dalam waktu dekat. Pihaknya tak ingin kebakaran yang terjadi pada 2015 lalu kembali terulang. Oleh sebab itu pihaknya berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran setempat serta menyiagakan sejumlah mobil tangki air milik DLH yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman, sebagai upaya pencegahan. “Kami giatkan patroli, terutama di siang hari untuk mewaspadai terjadinya kebakaran jelang musim kemarau. Kami harapkan tidak ada kejadian kebakaran, tetapi ini sebagai antisipasi saja,” jelas dia.

Kepala Damkar Surakarta Gatot Sutanto menilai, kebakaran sampah biasanya diakibatkan oleh teriknya sinar matahari yang terkena sampah kaca. Pantulan sinar tersebut membentuk titik api, kemudian disambar oleh gas yang dihasilkan dari tumpukan sampah. “Damkar siap membantu dan siaga penuh 24 jam terhadap bencana kebakaran. Dan ini memang perlu diantisipasi,” jelas Gatot. (ves/jpg/ton)