Pembuat PCC Divonis 10 Tahun

92
BIKIN GILA: Obat PCC yang bisa menyebabkan gangguan mental jika dikonsumsi berlebihan (ISTIMEWA).
BIKIN GILA: Obat PCC yang bisa menyebabkan gangguan mental jika dikonsumsi berlebihan (ISTIMEWA).

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa otak pembuatan dan pengedar pil paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Gilingan, Banjarsari selama 10 tahun penjara. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surakarta yakni selama 14 tahun penjara.

Majelis hakim memisahkan tujuh tersangka kasus pil PCC menjadi tiga berkas. Perkara pertama dengan terdakwa utama yakni Wildan yang berperan sebagai penggerak produksi atau General Manager (GM) dan merekrut karyawan. Berkas perkara kedua, Sri Anggono berperan sebagai penghubung jaringan Solo dengan Semarang, sebagai donatur serta pemasaran produk. Kemudian berkas terakhir dengan lima orang karyawan yakni Suwandi, Masyanto, Heri Dwi Manto, Jaja Isworo, dan Susilo.

Wildan dan Sri Anggono divonis hukuman selama 10 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara. Kemudian lima terdakwa lainnya yakni Suwandi, Masyanto, Heri Dwi Manto, Jaja Isworo, dan Susilo divonis hukuman selama enam tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. Vonis ini juga lebih rendah dari tuntutan JPU Kejari Solo yakni sepuluh tahun penjara.

Ketujuh terdakawa sendiri dijerat dengan Pasal 197 ayat (1) UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Terdakwa Wildan dan Anggono terbukti bersalah mengedarkan dan membuat pil PCC yang diketahui masuk kategori obat terlarang. Kami memberikan vonis ini berdasarkan bukti fakta di dalam persidangan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Krosbin Lomban G.

Terkait dengan vonis yang dijatuhkan, keduanya menyatakan pikir-pikir usai berkonsultasi dengan kuasa hukum terdakwa. “Saya memilih pikir-pikir terlebih dulu setelah menerima vonis ini,” ujar Anggono dan Wildan di hadapan Majelis hakim.

Hal sama juga dilakukan lima terdakwa lainnya yang memilih pikir-pikir setelah menerima vonis dari Mejelis Hakim PN Surakarta. Sidang lanjutan akan dilaksanakan minggu depan dengan agenda mendengar penyikapan dari terpidana atas vonis yang mereka terima.

Terpisah, JPU Kejari Surakarta, Ardhias, mengatakan dari tim JPU dalam kasus ini juga mengambil langkah pikir-pikir setelah melihat hasil vonis Mejelis Hakim terhadap tujuh terdakwa lebih rendah dibandingkan tuntutan JPU. “Yang jelas kita dengar dulu apa nanti nanti penyikapan dari mereka,” ujar Ardhias.

Seperti yang Diketahui Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng menggerebek pabrik PCC di Jalan Setiabudi, Kampung Cenderejo Lor, Gilingan, Banjarsari pada tanggal 3 Desember 2017. BNNP mengamankan 3 juta pil siap edar, bahan mentah pembuatan pil PCC, serta alat pembuat pil PCC. Dalam penggerebekan itu, BNNP bersama Polda Jateng mengamankan tujuh orang tersangka di tiga lokasi Tasikmalaya, Semarang, dan Solo. (atn/jpg/ton)