33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Pembonceng Motor Tewas Terlindas BRT

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Brigjend Sudiarto, depan Rumah Sakit Amino Gondoutomo (RSJ) Semarang, Sabtu (23/6) sekitar pukul 09.30. Seorang pembonceng sepeda motor tewas setelah terlindas roda Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang melaju di sampingnya.

Korban tewas diketahui bernama Theodora Esti Astuti, 61, warga Sendangmulyo, Tembalang. Nyawanya tidak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang guna mendapat pertolongan.

Sedangkan pengendara yang memboncengkan korban, Yohanes Debrito Rudilan, 67, selamat dalam kejadian tersebut, dan hanya mengalami luka yang diduga patah kaki. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang guna mendapat pertolongan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi antara sepeda motor Suzuki bernopol H 6451 UG yang dikendarai Yohanes Debrito Rudilan dengan bus Hino BRT Trans Semarang bernopol H 1418 AW yang dikemudikan Sukemi Kamdani, 46, warga Bongsari, Semarang. Dua kendaraan tersebut melaju bersamaan dari arah barat ke timur atau Simpang Lima ke Pedurungan.

“Diduga kurang waspada pandangan samping kanan, sehingga body kanan depan BRT membentur stang sepeda motor korban yang berjalan searah di samping kanannya,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (23/6).

Akibat benturan itu, sepeda motor oleng hingga pengendara dan pemboncengnya jatuh tersungkur. Nahasnya, pembonceng motor, Theodora Esti Astuti, jatuh masuk ke kolong BRT dan langsung terlindas. Nyawanya tidak terselamatkan saat perjalanan menuju RS Bhayangkara Semarang guna mendapat pertolongan.

“Satu orang korban meninggal dunia dan satunya masih dalam perawatan di rumah sakit. Sementara kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir BRT, yang nanti bisa menjelaskan kronologis terjadinya senggolan tersebut,” katanya.

Terkait adanya informasi dugaan sepeda motor yang dikendarai korban lebih dulu bersenggolan dengan Mobil Grand Livina hingga terjatuh dan pembonceng masuk ke kolong BRT, Ardi menyampaikan akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Yang jelas penyebab kecelakaan itu senggolan dengan BRT, bukan dengan Grand Livina,” tegasnya.

Kepala Divisi Operasional Trans Semarang, Stefanus Kusdiyarto, menjelaskan, BRT yang mengalami kecelakaan bernomor lambung I nomor 024. Dari keterangan saksi yang ada di lapangan, Stefanus menyebutkan lokasi kejadian berada di depan RSJD Amino Gondo Utomo.

“Dari keterangan saksi yang ada situ diperoleh informasi di seberang RSJD Amino Gondo Utomo yang arah ke Penggaron, di situ kan ada putaran. Armada kami sudah di sebelah kiri, dan posisi melaju juga pelan. Kemudian di sebelah kanan ada mobil Grand Livina yang mau putar balik. Tahu-tahu di bagian belakang samping kanan bus itu terdengar suara benturan,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Stefanus mengakui, begitu ada suara tersebut, BRT tidak langsung berhenti, dengan alasan posisi dalam keadaan melaju. Kemudian, warga sekitar yang mendengar dan mengetahui kejadian ini langsung berteriak-teriak ke pengemudi BRT untuk menghentikan armadanya.

“Ternyata ada pembonceng motor yang masuk kolong dan secara tidak sengaja terlindas oleh BRT. Tapi setelah dicek di lokasi kejadian itu, Grand Livinanya itu juga langsung belok nyeberang dan pergi. Kami (BRT) berhenti,” tegasnya.

Menurut  Stefanus, saat dilakukan pengecekan di body armada BRT tidak terdapat bekas adanya benturan. Namun berdasarkan keterangan di lapangan, Stefanus menyatakan sepeda motor tersebut menyenggol mobil Grand Livina bernopol H 8890 PR, kemudian pengendara terjatuh hingga akhirnya terlindas dengan BRT.

“Kalau memang itu membentur armada kami, ada bekasnya. Tapi ini tidak ada bekasnya. Berdasarkan keterangan yang melihat itu memang nyenggolnya mobil Grand Livina. Tapi kami juga tidak bisa memastikan apakah itu sepeda motornya nyenggol sendiri atau memang posisinya kepepet, kami belum mengetahui secara pasti,” ujarnya.

Stefanus juga mengatakan, setelah diduga bersenggolan dengan sepeda motor, mobil Grand Livina tersebut meninggalkan lokasi kejadian. Beruntungnya, ada warga yang sempat mengambil gambar dengan menggunakan handphone memotret mobil Grand Livina tersebut.

“Tadi sempat ada yang memotret Grand Livina, kemudian kita lacak karena posisi kami yakin BRT tidak salah, karena selama ini kami jadi bulan-bulanan, apa-apa BRT-nya. Tadi kita lacak ketemu, kabar terakhir tadi mobilnya Grand Livina sudah diamankan di Unit Lakalantas. Katanya juga ada bekas goresan (benturan), kalau bodi armada kami malah tidak ada bekas benturanya,” katanya. (mha/aro)

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Ibu Muh, Potret Gigih Pedagang Warung Nasi di Pasar Induk

Empat kali warung makannya terbakar, Ibu Hj Muh tak menghentikan kebiasaannya bersedekah. Setiap dua hari sekali, ia membagikan 30 porsi nasi bungkus kepada pekerja...

Bandara Baru Beroperasi 6 Juni

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani akan dioperasikan pada 6 Juni mendatang. Terminal baru ini akan menambah kapasitas penumpang bandara menjadi...

Ada yang Rahimnya Bocor, Hingga Hampir Bunuh Diri

Sedikit yang tahu kisah kelam di balik zaman Kolonial Jepang saat menduduki Indonesia. Ratusan wanita pribumi diculik pada umur belasan tahun, dipenjara, dan menjadi...

Permintaan Lulusan Tenaga Kesehatan Tinggi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peluang kerja lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) pada tahun ini sangat tinggi, apalagi saat ini permintaan tenaga medis rumah sakit...

Simpatisan Parpol akan Dicoret

SALATIGA – Panitia Pengawas (Panwas) Kota Salatiga telah mengantisipasi nama – nama pendaftar menjadi panitia pengawas tingkat kecamatan (panwascam) yang diketahui menjadi simpatisan partai...

Sarankan Pestisida dari Biji Mimba

TEMANGGUNG—Penanganan hama dan penyakit tembakau bisa dilakukan dengan pestisida alama. Yakni, menggunakan biji mimba yang dibuat pestisida. Cairan ini akan mengurangi nafsu makan ulat...