Masa Tenang, Awas Kampanye Gelap

81
HARUS KLIR: Anggota Satpol PP Surakarta saat menertibkan APK yang terpasang di lokasi terlarang. Hari ini seluruh peraga kampanye wajib diturunkan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
HARUS KLIR: Anggota Satpol PP Surakarta saat menertibkan APK yang terpasang di lokasi terlarang. Hari ini seluruh peraga kampanye wajib diturunkan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Mulai hari ini, Minggu (24/6), pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) masuk tahapan masa tenang. Artinya, seluruh kegiatan berbau kampanye harus dihentikan. Namun, bukan berarti pantia pengawas pemilu (panwaslu) bisa ikut tenang. Sebab, masih ada potensi pelanggaran kampanye yang harus diwaspadai.

Di antaranya penyebaran pamflet, kampanye lewat media sosial, hingga politik uang. “Jadi bisa saja model kampanye berganti, dari menggunakan baliho, sekarang (di masa tenang, Red) lewat selebaran dan sebagainya. Termasuk kita mengawasi medsos,” papar anggota Panwaslu Surakarta Bidang Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antarlembaga Muh Muttaqin, Sabtu (23/6).

Untuk memperketat pengawasan kampanye terselubung, Panwaslu menggandeng kader PKK, serta tambahan 1.016 personel dari pengawas tempat pemungutan suaran yang dibentuk sejak awal bulan lalu. “Kami kita sudah memberi mereka Form A untuk laporan pelanggaran secara tertulis. Apabila ada potensi dalam kategori riskan, mereka kita minta menghubungi Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) agar lebih cepat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Soal penindakan jika ditemukan pelanggaran kampanye, lanjut Muttaqin, akan dilakukan secara tegas dan cepat. Jika ditemukan pelanggaran administratif, bakal ditindak di tempat. Tapi, jika sudah masuk ranah pidana, bakal diserahkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).

Di sisi lain, Ketua Panwaslu Surakarta Budi Wahyono meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta dan tim sukses masing-masing pasangan calon (paslon) gubernur Jateng untuk memastikan per hari ini seluruh alat peraga kampanye (APK) telah dicopot. “Karena hari ini (kemarin, Red) merupakan hari terakhir kedua paslon menjalankan kegiatan kampanye. Jadi saya minta semua pihak terutama kedua paslon beserta semua timses menjaga kondusivitas,” ujarnya.

Hasil pantauan Panwaslu di lima kecamatan kemarin, masih banyak APK paslon gubernur yang terpasang. Bahkan ada yang di lokasi bakal didirikan tempat pemungutan suara (TPS). “Padahal sesuai aturan pilkada serentak, sepanjang 300 meter dari lokasi TPS harus bersih dari APK,” tandasnya.

Sebab itu, Panwaslu bersama Satpol PP, KPU, dan Polresta Surakarta akan membentuk tim gabungan untuk menertibkan APK selama dua hari, yakni Senin dan Selasa (25-26/6). APK yang tidak dilepas per 24 Juni akan diturunkan paksa. “Kami mengajak warga ikut mengawasi kampungnya masing-masing. Kalau ada APK masih terpasang di hari tenang, segera lapor ke Panwascam,” bebernya. (atn/wa/jpg/ton)