Kerja Keras dan Disiplin Tinggi

221
WISUDA: DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM saat wisuda didampigi istrinya, Anis Aritawati, ST S.Sos dan ketiga anaknya Bayu Satyaki KK, Ayu Melati Ratuningnagari AK dan Shariayu Rizky Amelia AK. (DOKUMEN PRIBADI)
WISUDA: DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM saat wisuda didampigi istrinya, Anis Aritawati, ST S.Sos dan ketiga anaknya Bayu Satyaki KK, Ayu Melati Ratuningnagari AK dan Shariayu Rizky Amelia AK. (DOKUMEN PRIBADI)
SALING MENDUKUNG : DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM bersama istrinya, Anis Aritawati, ST S.Sos. (DOKUMEN PRIBADI)
SALING MENDUKUNG : DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM bersama istrinya, Anis Aritawati, ST S.Sos. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – KUKUH Sudarmanto Alugoro yang memiliki falsafah kerja keras dan disiplin tinggi ini, mengaku kuliah dengan bekerja merupakan pilihan yang paling sulit untuk diwujudkan. Karena itu, butuh kedisiplinan tinggi dan kemauan keras. “Disiplin itu tidak hanya siap saja, tetapi disiplin dalam semua hal, sehingga semuanya bisa terwujud,” katanya.

Kukuh yang mimiliki motto hidup bisa bermanfaat bagi orang lain, lingkungan, dengan bekerja keras ini, sudah terbiasa membagi waktu dengan disiplin tinggi sejak dulu. Apalagi dirinya sudah merasa senang sekolah sejak bertugas di Jakarta. Sehingga bagaimana kantor ini tetap menjadi nomor satu, keluarga, dan semuanya harus nomor satu. Karena itu, semuanya harus diatur dengan manajemen waktu dan menjaga kesehatan. “Apalah artinya ijazah S3, tetapi badan tidak sehat. Jadi semuanya harus dimenej dengan disiplin tinggi, konsisten dan istiqomah,” imbuhnya.

Kedisplinan, baginya merupakan salahsatu parameter untuk sebuah keberhasilan. Tetapi orang terkadang mengabaikan hal itu. Padahal menerapkan disiplin dalam semua hal, apapun yang dikerjakan bisa berjalan dengan baik.

“Sehingga untuk mengurusi istri dan anak serta keluarga bisa berjalan baik, sebagai pemimpin di kantor berjalan dengan baik, kuliah juga berjalan dengan baik, bahkan S3 dua tahun dengan predikat cumlaude, kuncinya disiplin tinggi,” paparnya. (hid/ida)