Kegemukan Bikin Gairah Turun

166

­Tanya dr Andi:

Dok, suami saya gemuk. Sekarang beratnya 105 kg, usia baru 39 tahun. Tapi sudah lemah ereksinya saat berhubungan intim. Apakah ini akibat kecapekan atau faktor kegemukan dok? Terima kasih dr Andi.

Ny B di Smg.

Jawab dr Andi:

Memang kegemukan menjadi faktor risiko banyak penyakit, misalnya jantung koroner, stroke, dan juga disfungsi ereksi. Faktor risiko meningkat pada lingkar pinggang yang melebihi 90 cm pada pria, dan wanita 80 cm (ukuran untuk orang Indonesia). Ini menunjukkan jumlah lemak di organ dalam (viseral fat) berlebihan, akibatnya menumpuk di pembuluh darah. Padahal pembuluh darah itu harus lancar untuk bisa memberi suplai nutrisi dan oksigen ke seluruh organ tubuh. Bisa terjadi sumbatan ke pembuluh darah jantung/koroner, otak, dan juga ke Mr P, sehingga ereksi menjadi kurang keras dan mudah melemah sebelum terjadi hubungan intim.

Untuk bisa mengurangi obesitas, perlu 2 hal penting: mengurangi asupan lemak dan gula secara bertahap, dan meningkatkan aktivitas fisik/olahraga untuk memperbanyak massa otot. Tampaknya sederhana, tapi untuk menjalankannya tidak mudah. Karena butuh waktu, ketekunan, dan konsisten. Manusia sering dikalahkan oleh perasaan negatif, rasa malas, kurang kesadaran, serta pesimisme. Akhirnya hal yang simpel menjadi rumit. Begitu pun segala hal tentang menjaga kesehatan menjadi hal yang dibuat ribet sendiri. Seninya adalah bagaimana memutus lingkaran setan kemalasan dan pesimisme itu. Untuk memulai, bisa dengan sedikit-sedikit dulu. Dan dilakukan segera atau sekarang juga.

Dimulai dengan bergerak sedikit demi sedikit, misalnya jalan kaki di sekitar rumah, atau bahkan di dalam rumah. Lakukan 15 menit dulu. Nantinya ditambah sampai 30 menit. Bila terasa masih terlalu enteng/ringan, bisa melakukan push up atau lari jogging. Lakukan tiap hari, bahkan bila tidak ada waktupun, lakukan barang beberapa menit saja untuk menjaga konsistensi.

Mengurangi asupan lemak dan gula bisa dilakukan dengan memilih jenis lauk, misalnya dengan memperbanyak asupan protein, memilih menu yang tidak digoreng, atau dengan sedikit minyak dan gula. Pilihlah ikan laut, daging tanpa lemak, atau ayam kukus/sop ayam misalnya. Cari minuman yang tawar, misalnya air putih, teh tawar, kopi pahit/tawar. Semua itu pilihan, jadi pintar-pintar lah memilih mana yang lebih baik. Bila tidak ada, ya pilih saja yang terbaik di antara yang ada, jadi masih fleksibel. (www.dokterAndi.com)