Jenjang Pendidikan Tinggi , Banyak Referensi, Wujudkan Good Government

Camat Pedurungan Kota Semarang DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM

179
M NURWAHIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG
M NURWAHIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG

DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM yang kini menjadi Camat Pedurungan, telah memiliki banyak gelar akademik. Bahkan, menjadi satu-satunya camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude.

RADARSEMARANG.COM – BAGI Kukuh Sudarmanto Alugoro, menjadi seorang birokrat bukan berarti hanya cukup sekolah rendahan. Seiring perkembangan zaman semakin maju, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus menyesuaikan. Terutama untuk menjadi seorang yang bergelar doktor atau kuliah S3, tidak harus didominasi oleh para dosen dan para peneliti.

“Seorang birokrat harus mengikuti perkembangan dan meningkatkan kualitas, sehingga harus bisa mencapai jenjang yang tinggi. Dengan begitu, bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat sehingga turut mewujudkan pemerintahan yang good government,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal karena dalam pendidikan, diajarkan beragam teori tentang mewirausahakan birokrasi. Dari teori tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kekinian yang mengikuti perkembangan zaman. Terutama bagaimana birokrasi itu bisa efisien dan cepat dalam melayani masyarakat. “Dengan pelayanan yang baik, bisa turut meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Hasil dari pendidikan doktoral itu memiliki multiplier effect. Semakin tinggi pendidikan, semakin memiliki banyak referensi yang bisa diterapkan di lingkungan kerja. Terutama sebagai pamong praja, akan semakin membumi Artinya menguasai segala macam teknologi, teori, referensi sampai dengan filosofi bagaimana memahami orang lain. Termasuk bisa memahami cara memberdayakan atau menggerakkan orang sesuai dengan program pemerintahan dan kehendak masyarakat. “Sehingga masyarakat pada akhirnya terdorong untuk lebih maju lagi,” paparnya.

Kukuh mengaku semula bekerja sebagai staf di eks Kawedanan Bumiayu, Brebes pada 1986. Kemudian menjadi akur eks Kawedanan (Bantarkawung) Brebes pada 1998. Sepat belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) RI Jakarta tahun 1990. Kemudian diangkat menjadi staf di Bagian Pemdes, Pemkab Brebes 1993. Lanjut menjadi staf Bagian Kepegawaian, Bagian Pemerintahan Umum, serta Bagian Pemerintahan Kelurahan Pemkot Semarang pada 1995.

Kemudian masuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) dan Sekretaris Camat Kecamatan Pedurungan telah mengantarkan untuk menduduki pejabat eselon III/A berturut-turut. ”Jadi karier itu dimulai dari Camat Tugu Semarang Barat, Semarang Selatan, Camat Banyumanik dan Camat Pedurungan,” katanya.

Atas dedikasinya dalam pendidikan tersebut, Kukuh diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan IPK cumlaude. (hid/ida)