33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Jenjang Pendidikan Tinggi , Banyak Referensi, Wujudkan Good Government

Camat Pedurungan Kota Semarang DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

DR Drs Kukuh Sudarmanto Alugoro, BA SSos SH MM yang kini menjadi Camat Pedurungan, telah memiliki banyak gelar akademik. Bahkan, menjadi satu-satunya camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) cumlaude.

RADARSEMARANG.COM – BAGI Kukuh Sudarmanto Alugoro, menjadi seorang birokrat bukan berarti hanya cukup sekolah rendahan. Seiring perkembangan zaman semakin maju, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus menyesuaikan. Terutama untuk menjadi seorang yang bergelar doktor atau kuliah S3, tidak harus didominasi oleh para dosen dan para peneliti.

“Seorang birokrat harus mengikuti perkembangan dan meningkatkan kualitas, sehingga harus bisa mencapai jenjang yang tinggi. Dengan begitu, bisa meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat sehingga turut mewujudkan pemerintahan yang good government,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Hal karena dalam pendidikan, diajarkan beragam teori tentang mewirausahakan birokrasi. Dari teori tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kekinian yang mengikuti perkembangan zaman. Terutama bagaimana birokrasi itu bisa efisien dan cepat dalam melayani masyarakat. “Dengan pelayanan yang baik, bisa turut meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Hasil dari pendidikan doktoral itu memiliki multiplier effect. Semakin tinggi pendidikan, semakin memiliki banyak referensi yang bisa diterapkan di lingkungan kerja. Terutama sebagai pamong praja, akan semakin membumi Artinya menguasai segala macam teknologi, teori, referensi sampai dengan filosofi bagaimana memahami orang lain. Termasuk bisa memahami cara memberdayakan atau menggerakkan orang sesuai dengan program pemerintahan dan kehendak masyarakat. “Sehingga masyarakat pada akhirnya terdorong untuk lebih maju lagi,” paparnya.

Kukuh mengaku semula bekerja sebagai staf di eks Kawedanan Bumiayu, Brebes pada 1986. Kemudian menjadi akur eks Kawedanan (Bantarkawung) Brebes pada 1998. Sepat belajar di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) RI Jakarta tahun 1990. Kemudian diangkat menjadi staf di Bagian Pemdes, Pemkab Brebes 1993. Lanjut menjadi staf Bagian Kepegawaian, Bagian Pemerintahan Umum, serta Bagian Pemerintahan Kelurahan Pemkot Semarang pada 1995.

Kemudian masuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) dan Sekretaris Camat Kecamatan Pedurungan telah mengantarkan untuk menduduki pejabat eselon III/A berturut-turut. ”Jadi karier itu dimulai dari Camat Tugu Semarang Barat, Semarang Selatan, Camat Banyumanik dan Camat Pedurungan,” katanya.

Atas dedikasinya dalam pendidikan tersebut, Kukuh diganjar penghargaan oleh Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) sebagai camat yang bergelar doktor pertama di Indonesia dengan IPK cumlaude. (hid/ida)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Reskrim Sidak Bulog, Takaran Raskin Berkurang

KAJEN-Jelang Ramadan 1348 H serta untuk antisipasi melonjaknya harga bahan pokok, khususnya beras, Satgas Mafia Pangan Polres Pekalongan melakukan sidak ke Bulog Divre IV...

Delapan Besar Bakal Ketat

SEMARANG - Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) USM Jaya Semarang mengandalkan Adisya Rista untuk berebut tempat di semi final tunggal anak putri utama Djarum Foundation...

Kashmir Mikir

Pikiran saya melayang jauh. Setiap menjelang Idul Adha seperti ini. Ke negeri yang kini lagi bergeser: India.  Di sana kerukunan beragama selalu tergores. Di...

Bisa Cicipi Makanan secara Gratis, Sudah Pasang Tarif

Adyanisa Septia membantu para pecinta kuliner menemukan tempat makan yang enak lewat akun Instagram-nya. Ya, sudah dua tahun ini, ia menjadi food-grammer kuliner Kota...

Perekrutan IPNU dan IPPNU Harus Kekinian  

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Untuk memperbaiki sistem perekrutan dan kaderisasi,  Ikatan Pelajar Nahdlhatul Ulama (IPNU) dan ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), kini harus lebih kreatif,...

Didik Pemain Sepak Bola Berkarakter

Nama Edy Prayitno di dunia persebakbolaan Jawa Tengah sudah tidak asing lagi. Ia adalah pelatih Persikama Kabupaten Magelang, sekaligus salah satu pendiri klub tersebut...