33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Anak Sulung Debi Ditangkap

Diduga Kuat Bunuh Ibunya

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Penyidik masih bekerja, motif masih dikembangkan. Apapun alasannya ini benar-benar kejam, kok anak kandung tega membunuh ibunya sendiri yang telah melahirkanya.

Kombes Pol Abioso Seno Aji 
Kapolrestabes Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pelaku pembunuhan Debora Sriani Setyawati, 50, yang ditemukan tewas bersimbah darah di lorong rumah ibunya, Mak Heni, di Jalan Senjoyo II/37B, Bugangan, Semarang Timur mulai menemui titik terang. Aparat Polrestabes Semarang telah mengamankan putra sulung korban yang diduga kuat sebagai pelakunya.  Ruben, 25, anak pertama korban diamankan di sebuah rumah di daerah Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (22/6) malam.

“Pelaku anak kandungnya sendiri (Ruben). Ditangkap di Ungaran,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (23/6).

Setelah dilakukan penangkapan, Ruben dibawa ke Mapolrestabes Semarang untuk dilakukan pemeriksaan. Namun demikian, Abioso belum bersedia memberikan keterangan secara detail terkait motif kasus pembunuhan ini.

“Penyidik masih bekerja, motif masih dikembangkan. Apapun alasannya ini benar-benar kejam, kok anak kandung tega membunuh ibunya sendiri yang telah melahirkanya,” katanya.

Saat ini, Ruben masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polrestabes Semarang.

Dugaan kuat Ruben menjadi pelaku pembunuhan ibunya sendiri juga disampaikan oleh putra bungsu korban, Henemia Bayu Sunarto Putra , 21, dan juga Suyud, pria yang bekerja sebagai penjaga perumahan di tempat tinggal orangtua korban.

“Anaknya yang nomor dua (Bayu) melihat ibunya terakhir keluar dari rumah Selasa sekitar pukul 08.00. Saya juga melihat dia dibuntuti anak pertamanya di kediaman Mak Heni Selasa pagi itu,” kata Suyud.

Menurut keterangan Suyud, banyak tetangga yang melihat perilaku Ruben. Tak jarang pemuda ini berbuat kasar dengan ibu kandungnya ketika kemauannya tidak dituruti. Suyud juga sering mendengar cerita perilaku Ruben dari para tetangga.

“Kalau tidak diberi uang, main pukul. Dia sering kasar sama ibunya sendiri. Orangnya (Ruben) masih muda, sudah putus sekolah,” jelasnya.

Suyud menjelaskan, para tetangga juga merasa kaget ketika mendengar Debi –sapaan Debora– ditemukan tewas bersimbah darah di rumah ibunya, Kamis (21/6) sore lalu. Sebab, wanita yang sehari-hari menjadi guru di sekolah Terang Bangsa Semarang ini dikenal sosok yang baik dan santun.

“Orangnya baik, dia sering ke tempat orangtuanya, ngurusi Mak Heni (ibunya) setiap hari. Mak Heni ini sudah tidak bisa jalan, ngomong masih bisa jelas, namun agak tergagap-gagap,” katanya.

Sebelum peristiwa tragis itu terjadi, lanjut dia, korban sempat ngobrol dengan dirinya. Debora kerap curhat  kepada Suyud.

“Sebelum meninggal, Debi sering curhat sama saya soal anak pertamanya yang sering kasar ketika meminta uang kepadanya. Ya, mungkin Mak Heni tahu kejadiannya, cuma tidak bisa apa-apa karena kondisinya lumpuh dan berbicaranya agak sulit,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Debora Sriani Setyowati, 50, ditemukan tewas bersimbah darah di rumah ibunya Jalan Senjoyo II/37B, Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Kamis (21/6) sekitar pukul 18.30. Saat ditemukan, terdapat sejumlah luka di bagian kepala, dan bercak darah yang sudah mengering. (mha/aro)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Dusun Bendo Harus Steril

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin meminta permukiman yang terdampak tanah amblas di Dusun Bendo Desa Kandangan, Kecamatan Bawen untuk bisa steril. Warga dipindahkan...

Dua Korban Diperiksa Terpisah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua siswi korban pencabulan oleh oknum guru berinisial FO di dalam ruang sekolah dasar (SD) di Semarang Barat, akan diperiksa terpisah bersama...

Penanganan Banjir dari Hulu ke Hilir

RADARSEMARANG.COM, TEGAL - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said berharap penanganan bencana banjir bisa diselesaikan dengan baik, yakni dengan penanganan dari hulu ke hilir. Hal...

Sulap Kulit Kacang Tanah Jadi Sabun Cuci Tangan

Limbah kulit kacang tanah yang menumpuk dan tidak termanfaatkan di lingkungan tempat tinggalnya membuat Birizki Arfianto merasa prihatin. Dari keprihatinannya itulah timbul kepedulian untuk...

Bapak-Anak dan Dosen Undip Tewas

SEMARANG-Kecelakaan mobil rombongan pengantar pengantin yang tertabrak Kereta Api (KA) Argo Anggrek No Loko CC 2061392 hingga terbakar di perlintasan KA tanpa palang pintu...

Guru Jangan “Menghakimi” Siswa Tanpa Bukti

RADARSEMARANG.COM - “BU, saya mau konsultasi tentang anak saya katanya kok gak mau masuk sekolah, takut sama Pak  X. Kata anak saya Pak X...