33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Syawalan, Bagikan 1,4 Ton Lopis

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sudah menjadi tradisi sejak turun termurun di Kota Pekalongan, tepatnya daerah Krapyak Pekalongan Utara, digelar bagi-bagi lopis raksasa, saat peringatan Syawalan atau seminggu setelah Lebaran.

Tahun ini lopis raksasa seberat 1,4 ton memeriahkan tradisi syawalan di Gang 8 Krapyak Kidul, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Lopis yang dibuat tahun ini lebih berat dari tahun lalu seberat 1,2 ton.

Ribuan orang dari berbagai daerah berduyun-duyun datang ke daerah dekat pantai tersebut sejak pagi. Mereka rela berdesakan demi mendapatkan potongan lopis raksasa yang konon dipercaya membawa berkah.

Berbeda dengan perayaan Syawalan sebelumnya, lopis selalu direbutkan oleh ribuan warga dengan bebas, kali ini jauh lebih tertib, panitia acara menyediakan 2.500 kantong plastik potongan kue lopis untuk dibagikan kepada warga.

Menurut Wali Kota Pekalongan Salenay Mahfudz, banyaknya tradisi baik budaya maupun religius merupakan kekayaan tersendiri bagi Kota Pekalongan.

“Saya sangat senang dengan banyaknya budaya di Kota Pekalongan, tentu saja pemerintah sangat mendukung semua tradisi tersebut karena bersifat positif dan religius. Apalagi dikemas dengan baik sehingga bisa dijual sebagai tujuan wisata,” ucapnya setelah memotong lopis raksasa, Jumat (22/6).

Diketahui, pembuatan lopis dimulai sejak Minggu (17/6). Proses pembuatannya selama tiga hari tiga malam, untuk perebusan.

Pembuatan lopis raksasa itu menghabiskan 450 kuintal beras ketan, 250 lembar daun pisang dan 48 batang bambu. Lopis memiliki berat 1,4 ton dengan tinggi 205 sentimeter dan diameter 237 sentimeter.

Biaya pembuatan lopis raksasa kali ini berasal dari Pemkot Pekalongan Rp 30 juta ditambah swadaya dari masyarakat sekitar. (han/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desa Penghasil Gula Kacang

BRINGIN – Desa Wiru Kecamatan Bringin terus berikan perhatian kepada para pelaku usaha kecil di wilayahnya. Bersama pendamping Desa, para pelaku usaha di Desa ini...

PDAM Ditutut Lebih Inovatif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tersendatnya pemenuhan kebutuhan air di Semarang terus menjadi persoalan. Sejauh ini, masih banyak warga mengeluhkan air yang tidak mengalir. Keluhan warga bahkan...

Petani Diminta Tinggalkan Sistem Tebas

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG – Petani di Kabupaten Pemalang didorong untuk meninggalkan sistem tebas. Karena dalam menggunakan sistem tebas, petani tidak akan tahu hasil panen yang...

Waspada Kampanye Hitam di Media Sosial

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Masyarakat Kabupaten Semarang harus waspada dengan adanya kampanye hitam dalam Pilgub Jateng 2018. Meski hingga kini, Panwaslu Kabupaten Semarang belum menemukan adanya kegiatan...

Latih Unit Kepolisian Nasional Haiti

RADARSEMARANG.COM - Bripka Danang Pambudi SH, bukan polisi biasa. Anggota Polres Magelang itu, satu-satunya anggota Polri yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Haiti....

Begini Suasana Nusantara Mengaji di Lapas Magelang

MAGELANG-- Ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Kota Magelang mengikuti kegiatan Nusantara Mengaji dengan mengkhatamkan Al Quran, pagi tadi (20/4). Kegiatan yang digelar...