Syawalan, Bagikan 1,4 Ton Lopis

358
LOPIS RAKSASA : Wali Kota Pekalongan H Salenay Mahfudz saat memotong lopis raksasa di Krapyak, Kota Pekalongan, Jumat (22/6). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
LOPIS RAKSASA : Wali Kota Pekalongan H Salenay Mahfudz saat memotong lopis raksasa di Krapyak, Kota Pekalongan, Jumat (22/6). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Sudah menjadi tradisi sejak turun termurun di Kota Pekalongan, tepatnya daerah Krapyak Pekalongan Utara, digelar bagi-bagi lopis raksasa, saat peringatan Syawalan atau seminggu setelah Lebaran.

Tahun ini lopis raksasa seberat 1,4 ton memeriahkan tradisi syawalan di Gang 8 Krapyak Kidul, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Lopis yang dibuat tahun ini lebih berat dari tahun lalu seberat 1,2 ton.

Ribuan orang dari berbagai daerah berduyun-duyun datang ke daerah dekat pantai tersebut sejak pagi. Mereka rela berdesakan demi mendapatkan potongan lopis raksasa yang konon dipercaya membawa berkah.

Berbeda dengan perayaan Syawalan sebelumnya, lopis selalu direbutkan oleh ribuan warga dengan bebas, kali ini jauh lebih tertib, panitia acara menyediakan 2.500 kantong plastik potongan kue lopis untuk dibagikan kepada warga.

Menurut Wali Kota Pekalongan Salenay Mahfudz, banyaknya tradisi baik budaya maupun religius merupakan kekayaan tersendiri bagi Kota Pekalongan.

“Saya sangat senang dengan banyaknya budaya di Kota Pekalongan, tentu saja pemerintah sangat mendukung semua tradisi tersebut karena bersifat positif dan religius. Apalagi dikemas dengan baik sehingga bisa dijual sebagai tujuan wisata,” ucapnya setelah memotong lopis raksasa, Jumat (22/6).

Diketahui, pembuatan lopis dimulai sejak Minggu (17/6). Proses pembuatannya selama tiga hari tiga malam, untuk perebusan.

Pembuatan lopis raksasa itu menghabiskan 450 kuintal beras ketan, 250 lembar daun pisang dan 48 batang bambu. Lopis memiliki berat 1,4 ton dengan tinggi 205 sentimeter dan diameter 237 sentimeter.

Biaya pembuatan lopis raksasa kali ini berasal dari Pemkot Pekalongan Rp 30 juta ditambah swadaya dari masyarakat sekitar. (han/zal)