33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

SMP Favorit Masih Diburu

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Hari pertama pendaftaran peserta didik baru SMP sederajat di kota Salatiga tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kendati telah ada sistem zonasi, masyarakat masih mengadu untung dengan mendaftar di sekolah favorit yakni SMP 1 dan SMP 2.

Mereka mengaku tidak peduli dengan sistem itu dan masih percaya bahwa sistem pendidikan di sekolah favorit lebih baik. “Saya mencoba peruntungan karena merasa nilai anak saya bagus dan bisa bersaing,” jelas Santi, warga Sumber, Kabupaten Semarang yang mendaftar di SMP N 1 Salatiga, Kamis (21/6).

Tidak jauh berbeda dengan yang dialami Yulie Anggraeni, warga Sidomukti. Ia menuruti keinginan sang anak yang sangat ingin masuk ke SMP Negeri 1 Salatiga. Pasalnya, selama ini anaknya sudah berusaha belajar keras agar bisa diterima di sekolah tersebut. Namun dengan adanya sistem zonasi yang berbasis kelurahan, anaknya hanya masuk zona 1 untuk SMP 5 dan SMP 6.

“Anak saya nangis terus dan minta masuk di SMP ini. Dia sudah berusaha sejak SD dan nilainya sebenarnya cukup. Namun dengan adanya sistem baru ini, harapan untuk bisa sekolah di sini memang lebih berat,” jelas dia.

Panitia pendaftaran di SMP 1 Salatiga Sumarno menyebutkan, pendaftar saat ini banyak justru yang berasal dari luar zona 1. Dijelaskan dia, pendaftar nantinya akan diseleksi berdasarkan ketentuan yang baru, yakni tempat tinggal.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Salatiga Suhirman mengaku pihaknya juga mengacu kepada regulasi yang baru tentang pendaftaran sekolah. Menurutnya, sistem yang baru ada plus dan minusnya. “Mungkin ada anak yang bersemangat belajar dan akhirnya memiliki nilai bagus menjadi kecewa karena tidak bisa masuk karena terkendala zona. Dan ini bisa melemahkan semangat belajar anak,” terang Suhirman.

Kendati demikian, ia menyebutkan jika pihaknya tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran meskipun input kemampuan siswa lebih beragam. “Di sini proses belajar tetap menyenangkan dan diberi penelusuran minat bakat sejak awal,” jelasnya. (sas/ton)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Diharapkan Dongkrak Investasi Jateng

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA - Harapan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk mengembangkan Pangkalan Udara Wirasaba menjadi Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman dalam rangka melayani penerbangan sipil sejak...

Ancam Kerahkan Ribuan Massa

PEKALONGAN-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah, menyatakan siap membela nelayan yang menolak kebijakan pelarangan cantrang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan IMM siap...

Penuhi Pelayanan Kesehatan Warga Wedung

DEMAK-Kehadiran Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan Gratis dari Bakti Sosial Djarum Foundation dan Kesdam IV/Diponegoro di Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Rabu (30/8)...

Pertegas Batas Wilayah dan Harus Mengatur Skala Lebih Detail

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang melalui Pansus III telah menyelesaikan pembahasan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang...

66 Pengidap HIV/AIDS Meninggal

SALATIGA - Persoalan HIV/AIDS tidak sebatas terjangkitnya virus mematikan bagi yang terinfeksi, tapi juga menimbulkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penderita. Oleh karena itu,...

Serabi Pegandon Favorit Takjil

KENDAL – Wilayah Pegandon, Kendal, punya makanan khas yang hanya bisa dijumpai di bulan Ramadan. Ya, Serabi Pegandon menjadi takjil favorit bagi masyarakat Kendal...