SMP Favorit Masih Diburu

349

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Hari pertama pendaftaran peserta didik baru SMP sederajat di kota Salatiga tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Kendati telah ada sistem zonasi, masyarakat masih mengadu untung dengan mendaftar di sekolah favorit yakni SMP 1 dan SMP 2.

Mereka mengaku tidak peduli dengan sistem itu dan masih percaya bahwa sistem pendidikan di sekolah favorit lebih baik. “Saya mencoba peruntungan karena merasa nilai anak saya bagus dan bisa bersaing,” jelas Santi, warga Sumber, Kabupaten Semarang yang mendaftar di SMP N 1 Salatiga, Kamis (21/6).

Tidak jauh berbeda dengan yang dialami Yulie Anggraeni, warga Sidomukti. Ia menuruti keinginan sang anak yang sangat ingin masuk ke SMP Negeri 1 Salatiga. Pasalnya, selama ini anaknya sudah berusaha belajar keras agar bisa diterima di sekolah tersebut. Namun dengan adanya sistem zonasi yang berbasis kelurahan, anaknya hanya masuk zona 1 untuk SMP 5 dan SMP 6.

“Anak saya nangis terus dan minta masuk di SMP ini. Dia sudah berusaha sejak SD dan nilainya sebenarnya cukup. Namun dengan adanya sistem baru ini, harapan untuk bisa sekolah di sini memang lebih berat,” jelas dia.

Panitia pendaftaran di SMP 1 Salatiga Sumarno menyebutkan, pendaftar saat ini banyak justru yang berasal dari luar zona 1. Dijelaskan dia, pendaftar nantinya akan diseleksi berdasarkan ketentuan yang baru, yakni tempat tinggal.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Salatiga Suhirman mengaku pihaknya juga mengacu kepada regulasi yang baru tentang pendaftaran sekolah. Menurutnya, sistem yang baru ada plus dan minusnya. “Mungkin ada anak yang bersemangat belajar dan akhirnya memiliki nilai bagus menjadi kecewa karena tidak bisa masuk karena terkendala zona. Dan ini bisa melemahkan semangat belajar anak,” terang Suhirman.

Kendati demikian, ia menyebutkan jika pihaknya tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran meskipun input kemampuan siswa lebih beragam. “Di sini proses belajar tetap menyenangkan dan diberi penelusuran minat bakat sejak awal,” jelasnya. (sas/ton)