DITERTIBKAN : Panwaslu dan Satpol PP Kota Magelang menurunkan puluhan alat peraga kampanye yang melanggar ketentuan. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
DITERTIBKAN : Panwaslu dan Satpol PP Kota Magelang menurunkan puluhan alat peraga kampanye yang melanggar ketentuan. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Menjelang masa tenang kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 pada 24-26 Juni mendatang, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Magelang bersama Satpol PP menertibkan puluhan alat peraga kampanye (APK) yang melanggar ketentuan di Kota Magelang, Jumat (22/6). Puluhan APK tersebut melanggar karena dipasang di sejumlah fasilitas umum, bahkan di depan bangunan sekolah.

Koordinator Hukum, Penindakan dan Penyelesaian Sengketa Panwas Kota Magelang, mengatakan, puluhan tersebut telah melanggar PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu dipasang tak sesuai aturan pemasangan. “Alat peraga kampanye ditertibkan oleh Satpol PP dan Panwas kota Magelang sebanyak 24 spanduk yang terdiri dari spanduk pasangan calon nomor satu dan nomor dua. Kami tertibkan di sejumlah titik di Kota Magelang,” beber Supriyadi.

Supriyadi juga mengimbau kepada tim pemenangan Paslon untuk menertibkan sendiri seluruh APK yang terpasang menjelang minggu tenang pada 24-26 Juni mendatang. “Panwas Kota Magelang pun memberikan waktu hingga tanggal 23 Juni mendatang untuk menertibkan seluruh APK yang terpasang,” tandas Supriyadi.

Supriyadi mengungkapkan, pihaknya juga menertibkan spanduk ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dan ucapan selamat idul Fitri   1439 H  oleh partai politik. Pemasangan ini, menurut Supriyadi, jelas melanggar UU No 7 tahun 2017 tentang Pileg  dan Pilpres. Sesuai aturan tersebut, kampanye baru akan dimulai pada 23 September 2018. “Dalam penertiban, belum semuanya ditertibkan karena terbatas waktu dan personel. Tapi akan kami tertibkan segera, ” papar Supriyadi. (had/ton)