Polisi Buru Putra Sulung Korban

5407
RUBEN (REPRO: AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUBEN (REPRO: AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – DUKA mendalam dirasakan putra bungsu korban, Henemia Bayu Sunarto Putra. Ia tak menduga, sang ibu, Debora Sriani Setiawati, menghadap Tuhan secepat itu.

Disinggung terkait dugaan orang terdekat sebagai pelaku pembunuhan terhadap ibunya, Bayu mengaku tidak ingin berpikir negatif. Namun ia membenarkan bahwa hubungan ibunya dengan kakaknya yang bernama Ruben memang kurang baik. Terlebih, hingga saat ini Bayu mengaku belum bertemu dan berkomunikasi dengan kakak sulungnya tersebut.

“Sampai sekarang belum ketemu, dia (Ruben) belum ke sini (rumah duka RS Panti Wilasa Citarum, Red). Katanya juga masih dicari polisi. Saya tidak tahu. Cuma dia memang hanya pulang kalau mau minta uang atau makan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Baca Juga: Selasa Pamitan, Kamis Ditemukan Tewas

Ruben, berdasarkan penuturan Bayu, memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Menurutnya, kakaknya tersebut pernah menjalani sejumlah perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ). Bahkan di salah satu kesempatan, ia pernah ikut menemui dokter yang menangani kakaknya memvonis bahwa Ruben terkena penyakit Skizofrenia.

Iya, dulu sempat dirawat 2 atau 3 kali. Sekarang itu dia tinggal di Ungaran, di rumah peninggalan ayah. Sebenarnya saya sempat dengar suara motor dia waktu hari Selasa itu, kan kalau mbleyer khas, makanya saya tahu. Mungkin waktu mamah ke tempat Mak Heni bareng dia,” ujarnya.

Bayu menceritakan, semasa hidup, ibunya merupakan pribadi yang santun dan lemah lembut. Menurut Bayu, Debi selalu berkomunikasi dengan tetangga. Pandai bersosial dan ramah. Bayu tak menyangka ibunya meninggal dengan cara yang mengenaskan.

“Saya yakin mamah nggak punya musuh, wong orangnya halus banget kalau sama orang lain. Harapan saya, semoga cepat ditangkap siapapun pelakunya,” katanya. (tsa/aro)