33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Pantau Okupansi dan Setoran Pajak

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang meminta pihak hotel membayarkan pajak sesuai tingkat okupansi. Terlebih selama momen libur Lebaran tingkat okupansi hotel meningkat hingga 90 persen.

“Pajak ini kan menjadi primadona pendapatan daerah. Namun saat ini saya titik beratkan pada BPHTB dan pajak hotel. Karena berdasar pantauan kami selama libur Lebaran, kenaikan okupansinya mencapai 80-90 persen, ” kata Kepala Bapenda Kota Semarang, Yudi Mardiana, Jumat (22/6).

Yudi menjelaskan, besaran pajak hotel dilakukan secara self-assessment. Meski diberi kewenangan menghitung pajak sendiri, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan koreksi agar penyetoran pajak sesuai dengan okupansi. “Untuk memudahkan pengendalian kami mengimbau pembayaran tanggal 1 sampai 21 Juni dibayarkan bulan Juni, di atas tanggal 21 dibayarkan paling lambat tanggal 10 bulan Juli,” tegas Yudi.

Sebenarnya pihak pemkot telah menerapkan kebijakan pembayaran pajak menggunakan sistem E-Tax, agar pembayaran pajak sesuai pendapatan. Namun saat ini belum semua hotel terpasang alat E-Tax. “Memang arahnya kita E-Tax semua, tapi saat ini baru beberapa hotel yang terpasang. Meski begitu kami memiliki data jika seandainya hotel tidak membayar sesuai pendapatan. Kita punya kewenangan untuk memeriksa. Dan kita bisa terbitkan SKPDKB (Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar) jika memang dirasa pajak yang disetorkan tidak sesuai,” tandasnya.

Tahun ini Pemkot Semarang menargetkan pendapatan dari pajak hotel sebesar Rp 75 miliar. Realisasinya hingga tanggal 21 Juni kemarin baru mencapai Rp 34 miliar. Sementara target BPHTB sebesar Rp 335 miliar. Perolehan hingga tanggal 21 Juni sebesar Rp 138 miliar.  “Untuk pembayaran BPHTB pasca Lebaran ini kami akan memberikan apresiasi kepada pejabat pembuat akta tanah dan wajib pajak yang melakukan pembayaran BPHTB pada tanggal 21-30 Juni,” katanya. Apresiasi berupa barang elektronik hingga sepeda motor.

Yudi menambahkan, biaya pembangunan di Kota Semarang paling besar bersumber dari pajak dan retribusi. Oleh karena itu pihaknya mengimbau pembayaran pajak dan retribusi dilakukan tepat waktu. “Karena kita sudah tidak bisa lagi mengandalkan dana-dana dari pusat. Kalau dulu bisa diandalkan, tapi untuk saat ini tidak bisa, kita andalkan dari pajak dan retribusi daerah,” terangnya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto berharap para wajib pajak melakukan pembayaran pajak tepat waktu demi kelancaran pembangunan di Kota Semarang. Termasuk pihak hotel juga diminta menyetorkan pajak sesuai okupansi. (zal)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Durian Habis Dalam 5 Menit

RADARSEMARANG.COM - SEMARAK Festival Durian Kendal 2018 yang digelar di Lapangan Desa Singorojo benar-benar berlangsung sangat meriah, Sabtu (24/2) kemarin. Ribuan warga menghadiri helatan...

Napi Bleder Diajari Berternak Udang Vaname

KENDAL—Para Narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Bleder, Kecamatan Patebon, Kendal diberikan pelatihan ketrampilan agribisnis. Para warga binaan ini, diajari cara...

Tahu Pong Karangsaru Tetap Eksis, Jaga Resep Asli

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Selain lumpia, ada tahu pong yang menjadi menu wajib ketika berkunjung ke Semarang. Salah satu tempat legendaris untuk menikmati makanan berbahan utama tahu ini yakni...

Pemprov Sederhanakan Perizinan Usaha

SEMARANG – Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota menggagas rencana aksi penyederhanaan perizinan usaha. Hal tersebut dilakukan guna mengatasi sistem tata kelola pemerintahan yang berpotensi...

Bawa Pil, Suporter Semarang Ditangkap

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Tiga orang suporter sepakbola asal Semarang ditangkap aparat Polres Magelang karena kedapatan membawa 14.000 pil yang masuk obat daftar G. Mereka...

Selamatkan Satwa

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo bersama komunitas di Wonosobo menerbangkan burung dan menebar ikan dalam penyelamatan satwa pada rangkaian Pekan Lingkungan Hidup di Jembatan...