Kekeringan, Ngangsu Air 2 Km

157
KESULITAN AIR : Warga Dusun Wonosari Desa Candirejo Kecamatan Borobudur antusias mengambil air bersih bantuan dari BPBD Kabupaten Magelang, Jumat (22/6). (IST)
KESULITAN AIR : Warga Dusun Wonosari Desa Candirejo Kecamatan Borobudur antusias mengambil air bersih bantuan dari BPBD Kabupaten Magelang, Jumat (22/6). (IST)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Memasuki musim kemarau, warga Dusun Wonosari Desa Candirejo Kecamatan Borobudur kembali harus menghemat air. Kekeringan yang melanda wilayah tersebut, membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Taufik Nugroho, 26, warga Dusun Wonosari Desa Candirejo Borobudur mengaku, di kampungnya warga kesulitan mendapatkan air bersih selama dua pekan terakhir ini. “Menjelang Lebaran kemarin, kita kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air selama dua pekan ini, warga mengangsu air di Dusun sebelah (Dusun Sangen) yang jaraknya sekitar 2 kilometer,” akunya.

Jumat, (22/6), Dusun Wonosari mendapatkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang. Kasi Logistik BPBD Kabupaten Magelang Nur Hadiyanto menuturkan, sebanyak 5.000 liter atau satu tangki air bersih disalurkan untuk warga Dusun Wonosari. Sebelumnya, pada Kamis (21/6) juga telah melakukan droping air bersih sebanyak 5.000 liter untuk 74 keluarga di Dusun Wonotigo Desa Kembanglimus Kecamatan Borobudur.

“Hingga saat ini, kita (BPBD Magelang, red) telah mendistribusikan 30.000 liter yang tersebar di tiga titik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto menuturkan, berdasarkan data beberapa tahun terakhir ini, potensi kekeringan di Kabupaten Magelang dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok kemarau panjang jika potensi kekeringan lebih dari 4 bulan, kemarau sedang berkisar 2-4 bulan dan kemarau pendek kurang dari 2 bulan.

“Kemarau panjang mengancam 44 desa tersebar di 13 kecamatan, kemarau sedang mengancam 14 desa tersebar di 5 kecamatan dan kemarau pendek mengancam 4 desa,” terangnya.

Edy melanjutkan, langkah yang diambil untuk menangani ancaman kekeringan di antaranya lewat droping air bersih, pembangunan jaringan air bersih, pembuatan sumur bor, konservasi kawasan resapan air. (san/ton)

Silakan beri komentar.