Toko Oleh-Oleh Diserbu

198
BUAH TANGAN : Suasana Toko Oleh-oleh Massugi di Jalan Raya Payaman Kabupaten Magelang saat arus balik Lebaran 2018. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
BUAH TANGAN : Suasana Toko Oleh-oleh Massugi di Jalan Raya Payaman Kabupaten Magelang saat arus balik Lebaran 2018. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Toko oleh-oleh di Magelang diserbu pengunjung di masa arus balik Lebaran. Banyak warga luar kota yang ingin membawa makanan khas daerah Kota Magelang sebagai buah tangan untuk kerabatnya.

Sugijono, pemilik Toko Oleh-Oleh Massugi di Jalan Raya Payaman Kabupaten Magelang membuka tokonya lebih awal, sejak pukul 07.00. Ia juga memperpanjang jam buka toko hingga pukul 24.00. Di hari biasa, toko hanya buka pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Keputusan buka lebih lama ini untuk mengakomodasi warga luar kota yang melintas di Jalan Raya Magelang saat langit sudah mulai gelap.

“Karena ada yang kena macet, sehingga tiba di Magelang sudah larut malam,” kata pria yang akrab disapa Massugi ini.

Baginya, arus mudik maupun arus balik membawa keberkahan tersendiri bagi usahanya. Penjualan produk makanan naik lima kali lipat dari biasa. “Makanan yang paling laris masih getuk, kemudian makanan ringan seperti potil, dan tape ketan. Tapi kalau diamati, penjualan merata untuk semua produk makanan,” bebernya.

Ia memprediksi, keramaian arus balik ini sampai H+10 Lebaran. Sedangkan tahun lalu, H+4 Lebaran sudah sepi. “Tahun ini memang beda, mungkin karena bersamaan dengan libur panjang anak sekolah,” ungkapnya.

Seorang pembeli, Erwin, 41, pemudik asal Surabaya mengatakan, membawa oleh-oleh merupakan tradisi di keluarganya. Ia yang melakukan perjalanan dari Semarang, berencana mampir ke rumah saudara di Jogjakarta, sebelum bertolak ke Kota Pahlawan itu.

“Kami menyempatkan untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga di Jogja, sekalian istirahat sejenak. Rencananya kami juga beli getuk untuk teman-teman, dan tetangga di Surabaya,” ujarnya. (put/ton)