Saling Tuding Rekom Izin Lingkungan

276
DEBAT TERAKHIR : Debat terbuka Pilgub Jateng 2018 ke tiga berlangsung Kamis (21/6) malam di hotel Patra Jasa Semarang. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
DEBAT TERAKHIR : Debat terbuka Pilgub Jateng 2018 ke tiga berlangsung Kamis (21/6) malam di hotel Patra Jasa Semarang. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Debat terbuka Pilgub Jateng 2018 ke tiga berlangsung Kamis (21/6) malam di hotel Patra Jasa Semarang. Dalam debat bertemakan Demokrasi, Hukum dan Kawasan ini, pasangan nomor urut dua, Sudirman Said-Ida Fauziyah datang terlebih dahulu sekitar pukul 18.27 WIB Tak lama berselang, Ganjar Pranowo datang mengenakan pakaian putih bercelana hitam pukul 18.57 WIB.

Persoalan lingkungan menjadi isu yang menghangatkan debat terbuka pilgub 2018 ini. Beberapa persoalan yang menjadi sorotan adalah mengenai kekeringan, rob, dan dampak proyek geothermal di kaki Gunung Slamet.

Kepada pasangan nomor urut 1, pasangan Sudirman-Ida menyampaikan keluhan masyarakat sekitar lokasi proyek akan dampak lingkungan dari proyek tersebut. Sudirman Said menilai persoalan ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah provinsi, yang selama ini dilinainya belum dilakukan.

Dengan menenteng gadget miliknya, Ganjar menunjukkan izin proyek yang justru ditandatangani oleh Sudirman Said saat masih menjabat sebagai menteri ESDM. “Ini bisa di-zoom ada tanda tangan Pak Dirman,” ujar Ganjar yang kemudian dijawab Dirman dengan mengatakan bahwa tanda tangan menteri dibubuhkan atas rekomendasi pemerintah daerah.

“Jangan kemudian seolah-olah semua yang direkomendasikan itu langsung diteken. Harusnya menurunkan tim untuk meninjau. Jangan sampai kalau tahu ada potensi gangguam lingkungan tapi diizinkan,” ujar Ganjar yang mencontohkan bahwa ia juga meninjau ketika ada pemerintah kabupaten yang mengajukan izin.

Menanggapi hal ini, Dirman mengatakan bahwa izin eksplorasi diberikan secara berkelanjutan. Ia mengatakan saat ini yang terjadi di lapangan adalah pengawasan terhadap kontraktor yang kurang baik. “Yang mengawasi adalah pemerintah daerah. Urusan di daerah. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dilindungi,” ujarnya.

Persoalan rob dan kekeringan juga menjadi bahasan dalam debat ini. Mengenai kekeringan, pasangan Ganjar-Yasin menekankan pada pembangunan embung dan waduk di Jawa Tengah. Sementara pasangan Sudirman-Ida, akan mengupayakan persoalan ini dengan meninjau kembali tata ruang dan saluran irigasi di Jawa Tengah yang dinilainya 10 tahun tidak ditinjau. “Mengajak warga masyarakat membangun Jateng. Ajak masyarakat dan petani bicara,” ujarnya.

Sementara itu, Ganjar mengatakan bahwa selama ini Pemerintah Jawa Tengah sudah mengupayakan mengatasi persoalan itu dengan pembangunan tanggul yang saat ini sedang dijalankan.

Di lain pihak, Ketua KPU Jawa Tengah Joko Purnomo mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk hadir ke TPS menentukan pilihan pada tanggal 27 nanti. (sga/zal)