Puluhan Balon Hiasi Langit Pekalongan

341
UNIK : Festival balon tradisional diikuti dari berbagai kelompok, Kamis (21/6). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
UNIK : Festival balon tradisional diikuti dari berbagai kelompok, Kamis (21/6). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Puluhan balon udara warna-warni tradisional menghiasi langit Kota Pekalongan. Semua balon yang diterbangkan oleh sekelompok pemuda tersebut tidak terbang tinggi, karena sengaja ditambatkan, dengan ketinggian tertentu. Kehadiran balon tersebut, dalam rangka Festival Balon hias tradisional yang digelar oleh Air Navigation Indonesia (Airnav) di lapangan Kuripan Lor Pekalongan Selatan Kota Pekalongan, pada Kamis pagi (21/6).

Manajer Humas Airnav Indonesia Yohanes Sirait, mengatakan tradisi menerbangkan balon udara oleh masyarakat memang tidak semerta-merta dilarang. Namun secara perlahan masyarakat diajak untuk sadar akan bahaya menerbangkan balon ke udara secara serampangan atau tanpa izin.

“Adanya kegiatan lomba menerbangkan balon ini, dengan maksud sosialisasi bahaya balon. Dengan harapan bisa menurunkan angka penerbangan balon liar ke udara, termasuk juga potensi meriahnya acara lomba bisa dijadikan agenda tahunan yang mampu mendorong wisata baru,” ujarnya.

Dijelaskan Yohanes, menurut catatan laporan pilot di tahun 2016 ada 14 balon liar terbang mengganggu penerbangan di periode Lebaran tahun 2017 meningkat menjadi 63 laporan sementara untuk tahun ini atau 2018 di hari pertama Lebaran meningkat menjadi 71 laporan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Rumingsih sangat senang dengan sambutan masyarakat Kota Pekalongan khususnya penggemar penerbangan balon. Karena dengan adanya kegiatan lomba menerbangkan balon hias ke udara, tradisi warga tetap ada dan jony tetap tersalurkan.

“Kegiatan ini cukup positif dan kami senang dengan antusias warga, hal tersebut terbukti warga tidak keberatan dengan batasan penerbangan balon ke udara dengan cara ditambatkan atau diikat dengan tali,” ucapnya.

Dari pantauan, di hari pertama lomba menerbangkan balon, terlihat suasannya sangat seru dan meriah.

Lomba yang digelar atas kerjasama Airnav dengan pemerintah Kota Pekalongan terbilang sukses. Nampak puluhan peserta sangat siap. Bahkan sejak subuh, semua peserta sudah berduyun-duyun datang untuk regristalrsi ulang.

Perwakilan penyelenggara, Saparun, mengatakan, pada lomba kali ini semua peserta yang terdiri dari satu tim bebas membuat kreasi balon maupun teknik menerbangkan balon. Hanya saja untuk ukuran dan tata caranya diatur seperti ukuran balon maksimal memiliki tinggi 7 meter dan lebar 4 meter, serta mampu terbang setinggi maksimal 150 meter lalu kemudian diikat atau ditambatkan dengan tali pada ketinggian 30 meter untuk dinilai. (han/zal)