Pengembang Rumah Subsidi Harus Teregistrasi

1001

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPD REI (Real Estate Indonesia) Jawa Tengah mengimbau para pengembang, khususnya pengembangan perumahan subsidi untuk segera melakukan registrasi pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu merupakan salah satu syarat untuk bisa mendapatkan bantuan atau fasilitas subsidi dari pemerintah.

Ketua DDP REI Jawa Tengah, Prijanto mengatakan jika pengembang tidak ikut asosiasi atau tidak terdaftar di Kementerian PUPR, maka ia tidak berhak mendapatkan bantuan atau fasilitas subsidi dari pemerintah.

“Kalau tidak terdaftar tidak bisa membangun atau menjual rumah subsidi. Bisa jual, paling perorangan yang non subsidi. Itupun mulai dibatasi, karena untuk perorangan tidak mungkin memecah sertifikat lebih dari lima,” kata Prijanto, kemarin.

Pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut. Dengan terdaftar di kementerian dan tergabung dalam asosiasi, sangat membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam menata kawasan dengan melibatkan para pengembang.

“Selain itu, dengan pengembang yang tidak lagi perorangan, namun telah berbentuk perusahaan dan tergabung dalam asosiasi, maka tak hanya memecah sertifikat saja yang teratasi, tapi untuk pembayaran pajak lebih jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya aturan tersebut, kini lebih banyak pengembangan yang bergabung dalam asosiasi REI Jateng. “Untuk pengembangan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sudah lebih dari 200 pengembang yang terdaftar. Namun untuk non MBR juga bisa daftar karena ke depan mereka bisa bangun MBR,” ujarnya. (dna/ida)