Hendi Kecewa, Ruang Laktasi Mirip Gudang

327
SIDAK: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berbincang dengan warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan di kantor Kelurahan Sampangan, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berbincang dengan warga yang sedang mengurus dokumen kependudukan di kantor Kelurahan Sampangan, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kamis (21/6) kemarin, melakukan sidak kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah cuti panjang Lebaran. Orang nomor satu di Kota Atlas itu sempat menyorot fasilitas serta sarana dan prasarana (sarpras) yang ada di setiap kantor yang disidak.

Seperti saat sidak di kantor Kelurahan Sampangan. Hendi –sapaan akrabnya– menyorot kebersihan ruang laktasi (ruang menyusui). “Kalau ruang laktasi ya harus yang bersih, jangan malah seperti gudang,” ujar wali kota kepada Lurah Sampangan Supono.

Supono pun hanya terdiam tanpa menjawab keluhan wali kota tersebut. Hendi terlihat geleng-geleng kepala melihat kondisi ruang laktasi yang dianggapnya tak layak itu. Ruang laktasi dianggap penting sebagai penunjang pelayanan kepada masyarakat.

Upaya tersebut menjadi salah satu program Pemerintah Kota Seamarang dalam melakukan standardisasi pelayanan. Selain ruang laktasi, bagi masyarakat yang akan mengurus keperluan di kantor kelurahan juga dapat mengambil sendiri minuman gratis yang disediakan dalam kulkas.

“Mulai tahun lalu kantor-kantor kelurahan di Kota Semarang kita buat standardisasinya, mulai dari kebersihannya sampai fasilitas-fasilitas penunjang pelayanannya, sehingga kondisi yang seperti ini menjadi catatan penting,” tegas Hendi.

“Jangan sampai renovasi kantor dengan segala fasilitasnya yang diupayakan menjadi sia-sia karena tidak dijaga dengan baik,” tandasnya.

Disamping mengecek kondisi kantor-kantor pelayanan Pemerintah Kota Semarang, di hari pertama masuk kerja, Hendi juga mengecek daftar kehadiran pegawai. Di Kelurahan Sampangan Hendi tidak mendapati pegawai yang tidak masuk kerja.

“Ini kan memang sudah menjadi rutinitas tahunan. Setiap setelah libur panjang, pasti dilakukan sidak untuk mengecek kehadiran seluruh pegawai. Tapi menurut saya yang terpenting adalah kualitasnya, bukan kuantitasnya,” kata wali kota dari Partai PDI Perjuangan, itu.

“Jadi percuma juga kalau masuk semua, tapi pelayanannya masih setengah-setengah,” pungkasnya. (BBS/aro)