Elektabilitas Ganjar-Taj Yasin Terbesar

Hasil Survei LSI Denny JA

239
HASIL SURVEI : Direktur LSKP LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono merilis hasil survei elektabilitas paslon Gubernur Jateng 2018 di Hotel Grand Candi, Semarang, Kamis (21/6) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HASIL SURVEI : Direktur LSKP LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono merilis hasil survei elektabilitas paslon Gubernur Jateng 2018 di Hotel Grand Candi, Semarang, Kamis (21/6) kemarin. (ADITYO DWI RIANTOTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng yang kurang seminggu lagi, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas pasangan calon (Paslon) Gubernur Jateng 2018. Dukungan terbesar masih dikantongi Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen sekitar 54 persen dan Sudirman Said-Ida Fauziah 13 persen.

Direktur LSKP LSI Denny JA, Sunarto Ciptoharjono menyatakan bahwa survei dilakukan pada 7 sampai 13 Juni dengan melibatkan 440 responden dengan wawancara tatap muka. Elektabilitas pasangan Ganjar-Taj Yasin naik 3,7 persen menjadi 54 persen dari April lalu yang hanya 50 persen. Sedangkan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziyah naik 2,5 persen menjadi 13 persen dari April lalu yang hanya 10,5 persen. Alasannya, karena adanya perilaku pemilih yang berubah atau berpindah pilihan partai untuk kalangan grassroot.

“Hampir mustahil pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah akan mengejar pasangan nomor urut 1 Ganjar Pranowo dan Taj Yasin,” kata Sunarto di Hotel Grand Candi, Semarang, Kamis (21/6) kemarin.

Menurutnya, dalam Pilkada ini terdapat migrasi suara dari tubuh partai pengusung Sudirman Said dan Ida Fauziyah ke Ganjar Pranowo dan Taj Yasin. “Dari pemilih grassroot, hanya Gerindra yang setia memilih Sudirman Said. Bahkan, PKS terbelah, PAN juga sama. Sedangkan PKB, pemilihnya berhasil dicuri oleh Ganjar Pranowo. Sementara partai pengusung Ganjar semua solid dan konsisten,” imbuhnya.

Terkait popularitas Ganjar terjaga, hampir mencapai 100 persen atas pengaruh kinerja pada kepemimpinan periode pertama. “Ganjar memiliki popularitas 96.6 persen. Masyarakat lebih mengenal Ganjar. Sedangkan Sudirman hanya 63.9 persen saja. Selain itu, kepuasan kinerja Ganjar pada periode lalu mencapai 71 persen dan itu potensi bisa terpilih lagi,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, Ganjar Pranowo-Taj Yasin juga menguasai 13 teritori daerah pemilihan (Dapil) di seluruh Jawa Tengah. Kecuali terdapat kasus tertentu yang dapat membalikkan suara pemilih.

“Soal kasus E KTP, 74.5 persen responden mendengar. Tetapi, hanya 13.9 persen yang percaya Ganjar terlibat dan 38.1 persen tidak yakin Ganjar terlibat,” katanya. (hid/ida)