33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Dikenal Dukun Pijat Laris

Yamini, Dukun Pijat Praktik Aborsi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Praktik aborsi yang dilakukan dukun bayi Yamini, 57, warga Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang ternyata tidak banyak diketahui oleh warga desa setempat.

Kepala Desa Ngargoretno, Dodi Suseno, menuturkan, di mata warga, Mbah Yamini dikenal sebagai seorang dukun pijat bayi yang sering membantu warga sekitar dalam proses persalinan. Warga tidak menyangka kalau Mbah Yamini sampai melakukan praktik aborsi di rumahnya. “Jujur, saya kaget, ketika mendengar kabar Mbah Yamini terlibat kasus aborsi,” ucap Dodi, Kamis (21/6).

Dodi menerangkan, sebenarnya Mbah Yamini bukanlah satu-satunya dukun pijat bayi di Desa Ngargoretno. Namun dia terkenal yang paling laris di desa ini. Kata Dodi,  selain pijat bayi, Mbah Yamini juga melayani pijat bagi warga yang merasa kurang enak badan atau sakit untuk diurut “Memang banyak tamu yang berdatangan baik warga sekitar, maupun tamu dari luar Desa Ngargoretno, ” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kedu.

Diakui Dodi, warga Desa Ngargoretno sendiri masih sering melakukan proses persalinan yang dibantu oleh bidan dan dukun pijat bayi. Hal ini dikarenakan jauhnya lokasi puskesmas dan rumah sakit dari Dusun Wonokerto.

“Sejauh yang saya tahu,   Mbah Yamini sudah membuka praktik pijat bayi cukup lama, kurang lebih sudah puluhan tahun. Namun demikian, warga juga tak pernah menemukan tanda-tanda praktik aborsi yang dilakukan oleh Mbah Yamini tersebut,” katanya.

Ketua RT setempat, Khairudin,  menerangkan, terkait kasus aborsi yang dilakukan oleh Mbah Yamini, dirinya juga terkejut saat rumah kediaman Mbah Yamini digeledah oleh aparat kepolisian, Selasa (19/6) lalu.

“Saya terkejut sekali mendengar Mbah Yamini terlibat praktik aborsi. Karena selama ini, yang kita tahu Mbah Yamini  sering membantu warga memijat bayi ataupun membantu proses persalinan. Banyak ibu-ibu yang membawa anaknya untuk dipijat di rumah Mbah Yamini ini” ujar Khairudin.

Seperti diketahui, aparat Polres Magelang telah menetapkan Yamini sebagai tersangka bersama dua tersangka lainya yang menjadi pasien terakhir, yakni NH, 40, dan suami sirinya, M, 40, warga Mungkid, Kabupaten Magelang. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus aborsi yang dilakukan oleh Mbah Yamini. Berdasarkan temuan sementara, petugas berhasil mengamankan 20 kantong plastik berisi tulang bayi yang dikubur di belakang rumah tersangka.

Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo menjelaskan, ketika diperiksa, Yamini mengaku sudah menjadi dukun pijat selama 25 tahun. Kemampuannya itu sangat dikenal warga, bahkan dari luar desa. Dalam sehari, sedikitnya ada 10 pasien yang datang ke rumahnya. Untuk pijat biasa, ia memasang tarif Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu per pasien. “Jadi tidak ada yang tahu jika Mbah Yam ini juga melayani aborsi, karena selama ini dia membuka praktik pijat biasa, pijat bayi, serta pijat capek dan keseleo,” terang Hari.

Dalam melakukan praktik aborsi, Yamini menggunakan cara pijat tradisional. Sekali aborsi, pasien membayar Rp 2 juta. “Modus tersangka melakukan aborsi ini dengan cara tradisionil, yakni melakukan pemijatan-pemijatan secara berkala. Praktik aborsi ini bisa dilakukan dalam kurun waktu 1-2 bulan,” ungkap Hari. (san/aro)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Relawan Cinta Dukung Cak Imin jadi Cawapres

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ratusan tukang becak yang tergabung dalam relawan Cak Imin kemarin mendeklarasikan Komunitas CINTA. Yaitu, Cak Imin untuk Indonesia. Para relawan yang mendukung...

PKL Taman KB Tolak Direlokasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan Taman KB Semarang menuntut kejelasan nasib kepada Pemerintah Kota...

Sandingkan Karya Lama dan Karya Baru

MAGELANG – Sutradara pertunjukan Jay Subiyakto menilai kesenian dapat menguatkan sebuah bangsa. Seperti keberagamaan seni yang ada di dalamnya, menyatu menjadi sebuah karya. “Situasi seperti...

Kabupaten Magelang Percantik Wajah Kota

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Pemerintah Kabupaten Magelang terus mengupayakan keindahan tampilan wajah kota. Selain mengacu dari segi estetika, juga menonjolkan ciri khas Kabupaten Magelang. Bupati Magelang Zaenal Arifin...

Optimalkan Kampung ASI, Kelurahan Wonokromo dan UNUSA Bikin Rumah ASI

MASIH banyak bayi yang tidak mendapatkan air susu ibu (ASI) secara maksimal karena berbagai alasan. Kelurahan Wonokromo bersama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menghadirkan...

Anak Asusila dan Mencuri,  Mencuri Divonis 6 Bulan Pelatihan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Terdakwa anak, berinisial NW,14, divonis pidana 6 bulan pelatihan oleh hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Setelah nekat mencuri sepeda motor Yamaha Mio...