Bupati Mirna Ajak Warga Teladani Ulama Terdahulu

133
SYAWALAN: Bupati Kendal, Mirna Annisa, berfoto bersama dengan ulama dan anggota Banser di sela membuka tradisi syawalan di Kompleks Makam Auliya, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SYAWALAN: Bupati Kendal, Mirna Annisa, berfoto bersama dengan ulama dan anggota Banser di sela membuka tradisi syawalan di Kompleks Makam Auliya, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sejak resmi dibuka oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa, tradisi syawalan Kaliwungu di Makam KH Asy’ari atau lebih dikenal Kyai Guru setiap hari selalu dipadati peziarah. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kompleks Makam Auliya atau Bukit Jabal Auliya, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan.

Acara pembukaan ditandai dengan tabur bunga di atas makam Kyai Asy’ari oleh Bupati Mirna. Dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama para peziarah. Tradisi syawalan dengan berziarah ke makam wali-wali di Kaliwungu rutin digelar setiap setiap tahun setiap bulan syawal atau setelah lebaran  Idul Fitri.

Bupati Mirna mengatakan, acara syawalan merupakan tradisi tahunan untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa para ulama. Menurutnya, para ulama terdahulu dikenal sangat pemberani dalam menegakkan ajaran Islam.

“Selain berani dan tegas, mereka tetap santun dalam melakukan dakwah atau mengajak masyarakat untuk masuk Islam. Yakni, mengenalkan Islam sebagai agama perdamaian dan rahmat bagi seluruh alam. Dengan tetap menjunjung tinggi toleransi,” katanya, kemarin.

Tradisi syawalan dengan berziarah, menurutnya, merupakan cara untuk napak tilas kebesaran para ulama di Kaliwungu. Yakni, selain mendoakan, juga untuk meneladani perjuangan para ulama terdahulu.

“Salah satunya meneladani nilai persaudaraan dengan selalu meningkatkan ukhuwah Islamiah. Selain itu, meningkatkan ketekunan dalam mencari atau belajar agama Islam. Sehingga menjadi pribadi yang  pintar atau alim dan juga soleh atau tekun dalam beribadah,” tandasnya.

Tradisi syawalan di kompleks Makam Auliya ini sudah rutin digelar setiap tahunnya, tepatnya pasca Hari Raya Idul Fitri. Beberapa makam yang jadi jujugan peziarah, yakni makam KH Asy’ari, Sunan Katong, Wali Musyafa’, Eyang Pakuwojo, Pangeran Juminah, Pangeran Puger, dan Kyai Mandurejo.

Warga bahkan rela berjalan kaki satu kilometer menaiki bukit untuk menuju kompleks Makam Auliya Bukit Jabal.  Keramaian itu dimanfaatkan warga setempat untuk berjualan. Ratusan lapak digelar menjual aneka makanan, mainan, pakaian dan souvenir.

Pengurus  Masjid Al Muttaqin Kaliwungu sekaligus penyelenggara acara tradisi  syawalan, KH Asro’i Thohir, mengatakan, tradisi syawalan di kompleks Makam Auliya dimaksudkan untuk menghargai dan mengharumkan nama ulama yang berjasa kepada masyarakat.

Selain syawalan di Kaliwungu, Bupati Mirna juga memanfaatkan momen suasana lebaran untuk bersilahturahmi dengan para ulama di Kendal. Beberapa kyai yang dikunjungi Mirna, di antaranya KH Makmun Amin,  KH Ubaidillah, KH M Idris Noor, KH Muchlas, dan KH Solahudin Khumaidullah.

Selain itu, Mirna juga sowan ke kyai sepuh di Kendal, seperti KH Dimyati Rois, KH Izzudin Abdussalam, KH Achmad Rosyidi, KH Suyuti Murtadho, KH Asro’i Thohir, dan KH Muslim Rahmadi. Kyai lain yang dikunjungi Mirna, yakni KH Djauhari, KH Ali Masykur, KH Mawardi dan Padepokan Abah Santri Sentul.

Tanpa kenal lelah, Bupati Mirna juga melakukan safari halal bihalal ke kecamatan-kecamatan dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kemarin, dimulai dari Kecamatan Kota Kendal, Brangsong, Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan.

Bupati Mirna mengatakan, perlunya saling bermaafan karena setiap manusia pasti memiliki kesalahan. Untuk itu, Mirna minta agar kesalahannya selama bertugas dimaafkan. Momen halal bihalal juga dapat digunakan sebagai sarana silaturahmi di antara pejabat dan masyarakat. (adv/bud/aro)

Silakan beri komentar.