Tuang Bensin Dekat Putung Rokok, Rumah Terbakar

303
SISA KEBAKARAN: Warga dibantu aparat kepolisian mencoba memadamkan kebakaran bengkel milik Rois Maskuri. (bawah) Rumah Juki yang terbakar karena disebabkan konsleting listrik, kemarin. (ISTIMEWA)
SISA KEBAKARAN: Warga dibantu aparat kepolisian mencoba memadamkan kebakaran bengkel milik Rois Maskuri. (bawah) Rumah Juki yang terbakar karena disebabkan konsleting listrik, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Rumah yang ditempati Rois Maskuri di Dusun Krajan Rt 12 Rw 02 Desa/Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, nyaris ludes terbakar,  Rabu (20/6). Rumah milik  Ngatiri Badarudin itu bagian depannya memang dikontrak Rois Maskuri dan digunakan untuk bengkel sepeda motor.

Berdasarkan keterangan Rois Maskuri, 62, mengatakan, sebelum kebakaran terjadi dirinya  sedang menuang bensin kedalam botol untuk dijual eceran. “Saat itu tiba – tiba ada percikan api, dan saya berusaha untuk menyingkirkan bensin yang berada di dalam ember. Tapi saya kewalahan karena api sudah membesar hingga merembet ke rumah,” terang Rois.

Saat api membesar, Sertu Edi dan Koptu Solikhin, anggota piket di koramil 06/Tengaran yang berada tidak jauh dari lokasi  melihat ada kepulan asap dari dalam ruang bengkel tambal ban itu. Seketika, Solikhin mendatangi ke lokasi untuk mengecek.

Ternyata kecurigaanya benar, setelah di cek dari ruang tambal ban terlihat api yang menyala cukup besar. Solikhin lantas meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api dengan alat seadanya. Masyarakat pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya namun tidak maksimal.

Solikhin kemudian juga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dan pada pukul  08.30, lima unit mobil pemadam kebakaran datang dan berhasil memadamkan api 30 menit kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu unit sepeda motor Supra 125, kompresor, beberapa sepeda, peralatan bengkel dan dompet berisi uang Rp 1.300.000 milik  Rois, hangus terbakar. Selain itu, Rois juga menderita luka bakar bagian kaki.

Sementara Kasubag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi kepada wartawan menjelaskan, kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai Rp 60 juta dan kasus ini di tangani Polsek Tengaran. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun ada dugaan ada puntung rokok yang masih menyala di asbak saat memindahkan bensin dari jerigen ke botol. “Korban mengalami luka bakar bagian kaki kanan bawah dan sudah mendapatkan perawatan bu bidan Tinah,” terangnya.

Peristiwa kebakaran kedua yaitu melanda rumah milik Juki, 63, di Dusun Banjangan Desa Sambirejo Kecamatan Bringin. Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengatakan kebakaran di rumah Juki tersebut terjadi pada pukul 08.00. dimana saat kebakaran terjadi, rumah Juki dalam keadaan kosong. “Juki dan istrinya saat peristiwa terjadi sedang di sawah,” katanya.

Diduga kebakaran yang menimpa rumah milik Juki tersebut berasal dari korsleting listrik. Karena rumah terbuat dari material kayu, api kemudian mudah menyebar ke semua bagian rumah.

Juki dan istrinya sendiri pulang ke rumah setengah jam kemudian sesudah dikabari warga setempat yang mencarinya di sawah. Api yang kian membesar kemudian menjalar ke bagian rumahnya di depan yang berukuran 10 x 12 meter.“Jadi rumahnya itu ada dua bagian yang tersambung dan semuanya terbakar,” katanya.

Warga kesulitan dalam memadamkan api lantaran di wilayah tersebut tengah dilanda krisis air. Dikatakan Tajudin, pada peristiwa tersebut Juki juga mengaku kehilangan uang tunai Rp 13 juta yang ia simpan di dalam rumahnya.

Dalam kejadian ini, dua armada mobil pemadam dari Pos Bringin dan Ambarawa dikerahkan ke lokasi. Namun satu di antaranya tidak bisa digunakan karena mengalami kerusakan mesin. “Cuma satu saja dari Pos Bringin yang bisa ke TKP,” katanya.

Dijelaskan Tajudin, dari peristiwa kebakaran di rumah Juki tersebut kerugian korban mencapai Rp 150 juta. Tajuddin mengingatkan, memasuki musim kemarau masyarakat diimbau untuk ekstra waspada. “Apalagi sekarang anginnya juga cukup kencang dan udaranya kering. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi regu damkar, gratis,” katanya. (sas/ewb/bas)