Satu Pembesuk Diamankan

553
MENGULAR : Ratusan pengunjung Lapas Kedungpane Semarang, mengantre untuk masuk ke dalam Lapas demi bertemu keluarganya. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGULAR : Ratusan pengunjung Lapas Kedungpane Semarang, mengantre untuk masuk ke dalam Lapas demi bertemu keluarganya. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selama 3 hari perayaan Idul Fitri 2018, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang, kebanjiran pembesuk. Jumlahnya mencapai 8.065 pembesuk, dengan warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dikunjungi 1830 narapidana (napi) maupun tahanan.

Dari data pembesuk, pada hari pertama Lebaran, Jumat (17/6) lalu, total pembesuk mencapai 2.655 orang, dengan jumlah WBP yang dikunjungi 651 orang. Sedangkan hari kedua Lebaran, 3.454 pembesuk, dengan WBP yang dikunjungi 745 orang. Kemudian Lebaran hari ketiga, total pembesuk mencapai 1.956 orang, dengan jumlah WBP yang dikunjungi 434 orang.

Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi mengatakan, untuk mengantisipasi jumlah pembesuk yang membludak, pihaknya sudah mengerahkan 19 orang petugas pengamanan ditambah 17 petugas layanan kunjungan.

“Personel pengamanan terdiri dari petugas Lapas ditambah bantuan pengawasan dari Koramil dan Polsek Ngaliyan. Kalau totalnya pembezuk ada 8.065 orang, dengan WBP yang dikunjungi 1.830 orang,” kata Dadi Mulyadi, Rabu (20/6).

Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan (Binkemas) Lapas Kedungpane Semarang, Ari Tris Ochtia Sari melalui stafnya, Fajar Sodiq menambahkan, jumlah tersebut terus membludak hingga Rabu kemarin. Namun demikian pada Senin (18/6) kemarin jam besukan memang ditiadakan.

Dia mengatakan, selama kunjungan berlangsung, makanan yang dibawa para pembesuk beragam jenisnya, mulai makanan berat, hingga makanan spesial seperti lontong opor dan makanan ringan. Untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya sudah memberi batasan barang-barang yang tidak boleh dibawa saat kunjungan, seperti makanan dan minuman dalam kemasan pabrik, seperti mi instan, biskuit kemasan kaleng, sirup, minuman botol, susu kemasan kaleng, kopi kemasan, minyak wangi dan sebagainya.

Tak hanya itu, lanjut Fajar, ada bahan makanan mentah yang dilarang dibawa saat kunjungan, seperti beras, sayur, bumbu-bumbu serta minyak goreng. Selain itu, pembesuk juga dilarang membawa barang terlarang seperti handphone, kamera, obat tanpa resep dokter, narkotika, minuman beralkohol, termasuk senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak.

“Selama kunjungan Idul Fitri kali ini, ada upaya penyelundupan handphone berhasil diamankan saat penggeledahan, terciduk 1 orang, padahal larangan sudah ditempel di depan lapas dan di dalam blok serta disosialisasikan ke WBP,” sebutnya. (jks/zal)