AKRAB: Bupati Kendal Mirna Annisa (tengah) saat berdialog dengan warga dalam acara halal bihalal lintas komuntitas di Rumah Dinas Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB: Bupati Kendal Mirna Annisa (tengah) saat berdialog dengan warga dalam acara halal bihalal lintas komuntitas di Rumah Dinas Bupati Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Akses jalan kabupaten yang rusak masih menjadi sorotan untuk segera dibenahi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Salah satunya akses jalan penghubung desa Kalilumpang,  Kecamatan Plantungan yang rusak parah.

Demikian terungkap dalam helatan halal bihalal lintas komunitas bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa di Rumah Dinas Bupati setempat. “Sudah lama jalan tidak dibangun, bahkan sudah puluhan tahun. Jadi jika desa lain itu semakin maju, desa kami justru semakin terpuruk karena akses jalannya yang buruk,” keluh Siti Zubaedah dari komunitas Cah Sukorejo Perantauan (Casper), kemarin.

Pihak warga dikauinya sudah mengeluhkannya kepada aparat desa maupun kepala desa. Bahkan warga sudah mengajukan proposal untuk perbaikan jalan tersebut. Tapi sampai saat ini jalan belum juga diperbaiki.

Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk beraktivitas, yakni menjadi akses perekonomian sekaligus akses pendidikan. Sebab warga yang rata-rata petani, kesusahan untuk mengangkut hasil panennya karena akses jalan yang buruk.

Selain itu juga menjadi akses anak-anak warga Desa Kalilumpang dan sekitarnya untuk bersekolah. “Kasihan anak-anak saat pagi maupun pulang sekolah. Harus jalan kaki, karena jalan tidak bisa sepeda, karena pasti terjatuh,” akunya.

Ia berharap Bupati segera menganggarkan pembangunan jalan tersebut supaya bisa segera dibangun. “SUdah beberapa kali diukur oleh petugas, katanya mau dibangun. Tapi sampai sekarang belum terealisasi,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal Mirna Annisa meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera meninjau jalan Desa Kalilumpang. Hal itu mengingat jalan tersebut menjadi akses pendidikan bagi anak-anak warga Kalilumpang dan sekitarnya.

“Akan segera kami bangun, kami usahakan di APBD perubahan tahun ini. Kami berharap bisa disetujui para anggota dewan nantinya. Jika tidak memungkinkan kami anggarkan untuk dianggarkan di APBD 2019,” timpalnya.

Mirna mengakui APBD 2019, pihaknya akan fokus untuk pembangunan Kendal wilayah atas. Seperti Sukorejo, Patean, Plantungan dan Pageruyung. Selain itu Singorojo, Boja dan Limbangan yang memang selama ini menjadi daerah yang jarang tersentuh pembangunan.

“Makanya kami mohon kepada warga untuk berasama-sama mengawal pembangunan. Salah satunya di pembahasan APBD perubahan  2018 ataupun APBD 2019. Sehingga para anggota dewan bisa menyetujuinya. Sebab percuma kami mengusulkan untuk dibangun, kalau tidak disetujui anggota dewan maka anggaran tidak akan muncul alias tidak bisa dibangun,” imbuhnya. (bud/bas)