33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Ditinggal Mudik, Rumah Purnawirawan TNI Ludes

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ditinggal mudik ke Palembang, rumah milik Imam Subeki, purnawirawan TNI berpangkat Kolonel di Jalan Tembalang Selatan 5 No 9 RT 3 RW 10 Perumahan Graha Sapta Asri, Kelurahan Pedalangan, Banyumanik, ludes terbakar. Kebakaran yang terjadi Rabu (20/6) sekitar pukul 15.00 kemarin itu juga meludeskan  sekitar 10 kamar kos di sebelah kiri rumah Imam Subekti. Beruntung, sebelum api merembet ke bangunan lain, empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar) berhasil menjinakkannya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian menyebutkan,  kebakaran itu diketahui kali pertama oleh Tarina, yang tinggal di dekat rumah korban. Saat itu, Tarina mencium bau asap menyengat. Ia lantas memberi tahu suaminya.

“Saya kira orang bakar sampah. Baunya menyengat sekali, seperti bau kabel terbakar. Ternyata saat dicek oleh suami saya, ada asap di plafon rumah Pak Imam,” ungkap Tarina di lokasi kejadian, Rabu (20/6).

Dengan panik, suami Tarina langsung menyampaikan kepada dua tukang bangunan yang kebetulan bekerja tidak jauh dari lokasi kejadian. Berikutnya, suami Tarina menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang. “Saat kejadian, rumah  kosong ditinggal ke Jakarta, sepertinya sebelum lebaran sudah sepi. Pak Imam di sini tinggal sama istrinya,” katanya.

Kencangnya tiupan angin, mengakibatkan kobaran api membesar dan merambat ke bangunan rumah kos yang juga milik Imam Subeki. Selain mencoba memadamkan api, warga sekitar juga mengeluarkan empat unit sepeda motor dan satu mobil yang berada di garasi bangunan kos tersebut sebelum terkena kobaran api.

“Ada empat kendaraan juga diamankan oleh petugas Satkom, sama mobil satu. Semua selamat, tidak terbakar,” ungkap pemuda yang enggan disebutkan namanya di lokasi kejadian

Warga sekitar, Tanjung Ugha, terlibat sibuk menghubungi keluarga korban menggunakan ponselnya. Ia sengaja datang ke lokasi tersebut karena diminta tolong oleh rekannya yang kebetulan anak korban.

“Yang punya rumah mudik ke Palembang, saya diminta anaknya, kebetulan teman saya untuk melihat kejadian ini, juga saya video call,” katanya.

Untuk memadamkan kobaran api, sedikitnay 12 unit mobil Pemadam Kebakaran dikerahkan. Pemadaman hingga sterilisasi dilakukan kurang lebih memakan waktu 90 menit. Menurutnya, yang menjadi kendala adalah sumber air.

“Di sini tidak ada sumber air, jadi saya kerahkan semua, ada 12 mobil damkar, dari Posko, Pos Banyumanik, Mijen, Gunungpati, Barito, Terboyo sama Plamongan,” ungkap Komandan Pleton Damkar, Suryohusodo di.

Dikatakan, saat api berkobar besar, mereka berada di bagian tengah rumah yang dihuni keluarga Imam Subeki. Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait penyebab munculnya api hingga mengakibatkan kebakaran besar. (mha/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...