GELAR PERKARA : Wakapolres Demak Kompol Ibnu Bagus Santoso menunjukkan barang bukti narkoba dalam gelar perkara di Mapolres Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Wakapolres Demak Kompol Ibnu Bagus Santoso menunjukkan barang bukti narkoba dalam gelar perkara di Mapolres Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Aparat Satnarkoba Polres Demak berhasil menangkap tersangka pengedar narkoba. Yaitu, Danu Riza, 18, warga Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Wikanto, 23, warga Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, dan Fajri Tamam, 20, warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dari tersangka Danu berupa sebuah kantong plastic, 42 bungkus plastic klip kecil berisi pil warna putih berlogo Y dengan 10 butir.

Sedangkan, total BB pil yang ada sebanyak 420 butir. Selain itu, diamankan sebungkus bekas rokok dan HP warna gold. Sedangkan, dari tangan tersangka Wikanto, polisi menyita BB berupa 29 plastik berisi 290 butir pil warga putih berlogo Y. kemudian, sebuah kotak kayu, 7 botol plastik tempat obat, 2 bungkus bekas rokok dan HP lainnya. Dari tersangka Fajri didapatkan BB berupa 14 bungkus plastic berisi 140 butir pil, 2 kantong plastic transparan dan sebungkus bekas rokok.

Wakapolres Demak Kompol Ibnu Bagus Santoso mengatakan, para tersangka melakukan aksinya dengan modus sebagai pengedar. Caranya adalah menjual obat berbahaya jenis thryhexphenidhil hcl. “Mereka kita tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”ujar Wakapolres. Peristiwa penangkapan para tersangka diawali dari tersangka Danu alias Kaper di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen.

Badan tersangka digeledah dan ditemukan sejumlah BB tersebut. Dari pemeriksaan Danu, kemudian polisi mengembangkan kasus tersebut dan menangkap Wikanto beserta BB yang ada. Rumah pelaku digeledah dan ditemukan BB tersebut.

Berdasarkan keterangan Wikanto, pil thryhex tersebut juga ia jual dengan keuntungan Rp 30 ribu per box berisi 100 butir. “Beli perbox Rp 100 ribu dan dijual Rp 130 ribu,” katanya.

Sedangkan, keuntungan yang diperoleh Danu dan Fajri sebesar Rp 5 ribu per 10 butir pil. Mereka beli Rp 15 ribu perklip plastik dan dijual Rp 20 ribu. “Para pelaku kami kenakan pasal 197 subsider pasal 196 dan 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman pidananya 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” katanya. (hib/ida)