25.7 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Tiga Tersangka, Amankan Ratusan Pil Thryhex

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Aparat Satnarkoba Polres Demak berhasil menangkap tersangka pengedar narkoba. Yaitu, Danu Riza, 18, warga Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Wikanto, 23, warga Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, dan Fajri Tamam, 20, warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti (BB) dari tersangka Danu berupa sebuah kantong plastic, 42 bungkus plastic klip kecil berisi pil warna putih berlogo Y dengan 10 butir.

Sedangkan, total BB pil yang ada sebanyak 420 butir. Selain itu, diamankan sebungkus bekas rokok dan HP warna gold. Sedangkan, dari tangan tersangka Wikanto, polisi menyita BB berupa 29 plastik berisi 290 butir pil warga putih berlogo Y. kemudian, sebuah kotak kayu, 7 botol plastik tempat obat, 2 bungkus bekas rokok dan HP lainnya. Dari tersangka Fajri didapatkan BB berupa 14 bungkus plastic berisi 140 butir pil, 2 kantong plastic transparan dan sebungkus bekas rokok.

Wakapolres Demak Kompol Ibnu Bagus Santoso mengatakan, para tersangka melakukan aksinya dengan modus sebagai pengedar. Caranya adalah menjual obat berbahaya jenis thryhexphenidhil hcl. “Mereka kita tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,”ujar Wakapolres. Peristiwa penangkapan para tersangka diawali dari tersangka Danu alias Kaper di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen.

Badan tersangka digeledah dan ditemukan sejumlah BB tersebut. Dari pemeriksaan Danu, kemudian polisi mengembangkan kasus tersebut dan menangkap Wikanto beserta BB yang ada. Rumah pelaku digeledah dan ditemukan BB tersebut.

Berdasarkan keterangan Wikanto, pil thryhex tersebut juga ia jual dengan keuntungan Rp 30 ribu per box berisi 100 butir. “Beli perbox Rp 100 ribu dan dijual Rp 130 ribu,” katanya.

Sedangkan, keuntungan yang diperoleh Danu dan Fajri sebesar Rp 5 ribu per 10 butir pil. Mereka beli Rp 15 ribu perklip plastik dan dijual Rp 20 ribu. “Para pelaku kami kenakan pasal 197 subsider pasal 196 dan 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman pidananya 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” katanya. (hib/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -