Tanam Seribu Pohon, Kurangi Risiko Bencana

163
KRITIS: Bupati Semarang Mundjirin (kaos putih) menanam pohon mangga saat kegiatan penghijauan lahan kritis di Dusun Bajangan Desa Sambirejo Bringin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KRITIS: Bupati Semarang Mundjirin (kaos putih) menanam pohon mangga saat kegiatan penghijauan lahan kritis di Dusun Bajangan Desa Sambirejo Bringin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Bupati Semarang Mundjirin mengajak warga Desa Sambirejo Bringin untuk ikut menjaga mutu lingkungan di sekitarnya. Apalagi, wilayah desa tersebut rawan bencana alam, terutama kekeringan. Kondisi itu menuntut warga berpacu menanam aneka pohon tegakan di lahan kritis.

“Penanaman pohon penghijauan merupakan bagian dari mitigasi bencana alam termasuk kekeringan,” ujar Mundjirin saat acara penanaman seribu pohon penghijauan di Dusun Bajangan Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, kemarin.

Karenanya, lanjutnya, gerakan penghijauan kali ini harus didukung semua warga agar mutu lingkungan dapat terjaga dan bahkan meningkat untuk mendukung kesejahteraan warga. Seribu pohon tersebut berasal dari bantuan PT PLN yang diserahkan langsung oleh General Manager PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Eko Yudo Pramono kepada Bupati Semarang.

Seterusnya bantuan pohon penghijauan itu diserahkan kepada Kades Sambirejo Pardji untuk ditanam di areal lahan kritis Dusun Bajangan. Seratusan relawan dari SAR Bumi Serasi, pramuka dan Banser ikut serta pada kegiatan penghijauan itu.

Ditambahkan Mundjirin, selain bencana kekeringan, lahan kritis juga dapat memicu terjadinya longsor dan banjir bandang saat musim penghujan. Bupati juga mengingatkan bencana alam banjir bandang yang terjadi di perbatasan Desa Sambirejo dan Kalikurmo beberapa waktu lalu.

“Fungsi pohon tegakan sebagai penyimpan air saat musim kemarau dan penahan air hujan sangat penting. Karenanya, jangan sampai terjadi penebangan pohon yang tidak dibarengi penanaman pohon pengganti,” katanya.

Ia juga menghargai kepedulian PT PLN Persero untuk membantu warga meningkatkan mutu lingkungan. Sementara itu General Manager PT PLN P2B Eko Yudo Pramono menjelaskan bantuan seribu pohon itu merupakan bagian dari program PLN tanam 32 ribu pohon diseluruh tanah air.

“Kami sadar, listrik yang selama ini dinikmati warga juga berdampak menghasilkan emisi gas yang merugikan lingkungan. Termasuk meningkatkan suhu udara secara keseluruhan. Dengan program penanaman pohon ini diharapkan dapat membantu mengurangi emisi gas  di udara,” ujarnya.

Ketua panitia pelaksana penanaman pohon penghijauan, Grana Oko Novandra menyebutkan kegiatan penghijauan melibatkan sukarelawan dari berbagai unsur. Selain anggota SAR Bumi Serasi, juga ikut serta para anggota Pramuka, Banser dan warga setempat. “Harapannya warga semakin sadar dan peduli akan kelestarian lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik,” tegasnya. (ewb/ida)

Silakan beri komentar.