ALIH FUNGSI : Pondok Boro di Ngawen Salatiga perlu dialihfungsikan untuk kegiatan perekonomian yang produktif. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ALIH FUNGSI : Pondok Boro di Ngawen Salatiga perlu dialihfungsikan untuk kegiatan perekonomian yang produktif. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Sejumlah anggota DPRD Salatiga meminta kepada eksekutif untuk mengkaji ulang keberadaan Pondok Boro atau rumah singgah di Ngawen, Salatiga. Pasalnya, bangunan senilai ratusan juta rupiah yang sudah lama mangkrak ini, kondisinya semakin memprihatinkan.

Wakil Ketua DPRD Salatiga, M Fathur Rahman mengatakan perlu kajian ulang yang mendalam dari berbagai pihak untuk memanfaatkan bangunan itu kembali. “Jangan sampai sekedar direnovasi, namun tidak difungsikan lagi. Kalau direnovasi harus benar-benar bisa dimanfaatkan lagi,” kata Fatur Rahman kepada wartawan, kemarin.

Menurut Maman sapaan akrab Fatur Rahman, banyak opsi untuk memanfaatkan kembali bangunan di pinggir Jalan Salatiga-Kopeng tersebut. “Semisal untuk kuliner dengan sewa gratis, hanya ditarik retribusi saja atau menampung penjual tanaman,” imbuh politisi PKS ini. Maman berharap pihak eksekutif segera mengkaji bangunan tersebut agar bisa digunakan kembali.

Sementara anggota dewan lainnya, M Miftah mengatakan bahwa bangunan tersebut sudah tidak cocok bila dipakai untuk rumah singgah. Selain jauh dari kota, saat ini sarana transportasi sudah mudah didapat. “Setiap rumah, saya yakin sudah punya sepeda motor sendiri-sendiri, sehingga rumah singgah tidak cocok. Dulu memang diperuntukkan menginap sementara bagi pedagang atau buruh yang bekerja di Salatiga,” ujar politisi PKB ini.

Miftah menyarankan bila Pondok Boro tersebut direnovasi kembali, maka bisa dimanfaatkan untuk sentra (grosir) sayur mayur, sehingga pedagang atau masyarakat yang ingin kulakan sayur tidak perlu jauh-jauh ke Kopeng. “Terlebih bentuknya saat ini sudah  seperti kios-kios,” ujarnya.

Diketahui, di tahun 2010, pondok yang dibangun tahun 2005 silam itu sempat diperbaiki dan difungsikan sebagai kios tanaman Anthurium yang saat itu sedang booming. Namun tak lama kemudian, Pasar Anthurium anjlok dan bangunan itu tidak jadi dipakai untuk berjualan tanaman. Kemudian pernah dipakai untuk kios burung, namun tidak bertahan lama. Banyak pedagang yang pergi karena sepi. Kondisi saat ini, sejumlah bangunan dan pintu rolling door saat ini banyak yang rusak. Kayu-kayu bangunan banyak yang lapuk dan eternit banyak yang jebol. (sas/ida)