Pembangunan Pasar Kaliwungu Belum Jelas

256
LUDES: Kondisi pasar pagi tersisa puing-puing akibat terbakar ludes pada Agustus 2017 lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUDES: Kondisi pasar pagi tersisa puing-puing akibat terbakar ludes pada Agustus 2017 lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sudah hampir setahun sebagian besar para pedagang Pasar Pagi Kaliwungu berjualan di lapak darurat. Lebih tepatnya setelah insiden kebakaran yang terjadi pada 19 Agustus tahun 2017. Artinya sudah 10 bulan ini pedagang hanya berjualan dengan kondisi tempat yang serba terbatas.

Para pedagang hingga kini belum mengetahui, kapan mereka bisa kembali berjualan di pasar. Pasalnya hingga kini belum ada kejelasan, kapan pasar terbesar di Kecamatan Kaliwungu itu akan dibangun.

“Belum tahu kapan akan akan dibangun, katanya tahun ini. tapi belum tahu kapan tepatnya karena untuk pembangunan merupakan ranah pemerintah,” kata salah seorang pedagang pakaian, Muzairoh.

Diakuinya, semua pedagang berharap agar pemerintah bisa segera bertindak cepat. Yakni membantu pedagang agar Pasar Pagi Kaliwungu segera dibangun kembali. Sehingga agar aktifitas perekonomian menjadi lancar kembali. “Sudah hampir satu tahun, tapi belum juga ada progres pembangunan,” keluhnya

Hal senada dikatakan Sekretaris Paguyupan Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, Muhammad Mas’ud. Ia menambahkan akibat dari kebakaran itu omzet pedangang anjlok sebanyak 30 persen. “Kami kehilangan pelanggan, belum lagi pelanggan yang tidak nyaman membeli dilokasi darurat ini jadi pada kabur,” katanya.

Kepala  Disperindag Kendal, Sukron Samsulhadi jika pihaknya juga sudah membuat surat ke Pemprov Jateng maupun Pemperintah Pusat mengajukan bantuan sebesar Rp 10 miliar dan Rp 100 miliar untuk penganggaran pembagunan kembali pasar.  Namun sampai saat ini belum ada realisasi dari pusat.

“Namun kami sudah mendapat kabar baik, anggaran dari pusat tahun ini turun. Begitu dana turun, segera kami bangun dengan perencanaan yang  baik agar pasar ini bisa menjadi bagus, megah dan bersih,” katanya.

Sementara Bupati Kendal, Mirna Annisa mengatakan jika proses proses pembangunan pasar pagi Kaliwungu memerlukan dana yang sangat besar dan waktu yang tidak singkat. Hal itu karena untuk membangun pasar di lokasi pasar lama, maka harus ada penghapusan aset lama terlebih dahulu.

“Pada waktu Musrenbang saya sudah ingatkan kembali kepada Sekda untuk bantuannya dalam proses pembangunan Pasar. Namun sebelum pembangunan harus terlebih dahulu penghapusan aset dahulu. Saat ini sedang dalam pemrosesan tahapan penghapusan aset,” tandasnya. (bud/bas)