Oleh: Drs. NIAM ABADI
Oleh: Drs. NIAM ABADI

RADARSEMARANG.COM – Para siswa bahkan juga guru kadang kebingunan bila diminta  untuk mengikuti pameran Bidang Akuntansi.  Apa yang bisa atau harus ditampilkan? Karena Akuntansi adalah sebuah proses, yang dihasilkan adalah produk jasa yang tidak serta merta dapat divisualkan dalam bentuk benda yang menarik untuk disajikan di hadapan publik.

Akuntansi merupakan bidang yang  menangani proses pencatatan transaksi keuangan di sebuah unit usaha dengan beberapa tahapan berikutnya sampai terbitnya sebuah laporan keuangan. Produk yang dihasilkan oleh akuntansi memang hanya berupa beberapa helai kertas berisikan tabel-tabel laporan. Demikian pula pembelajaran Akuntansi di SMK, para siswa lebih banyak dihadapkan pada contoh-contoh soal yang berupa tulisan-tulisan transaksi atau sekumpulan bukti transaksi. Setelah mereka kerjakan dengan tahapan-tahapan siklus Akuntansi muncullah beberapa lembar kertas yang berisi laporan keuangan. Sehingga dari kertas menjadi kertas lagi. Pertanyaannya adalah apakah yang menarik dari setumpukan kertas?

Sementara kalau melihat silabus pembelajaran Akuntansi yang antara lain meliputi Spreadsheet, Akuntansi Dasar, Perbankan Dasar, Praktik Akuntansi Perusahaan Dagang dan Manufaktur, Praktik Akuntansi Keuangan dan Lembaga, Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Akuntansi Keuangan. Maka  para siswa maupun guru tidak harus terlalu   bingung, karena sebenarnya sebagai contoh dari mata pelajaran spreadsheet atau pengolah angka para siswa dapat membuat produk-produk Aplikasi Akuntansi (Excel 4 Accounting) sederhana yang dapat dipergunakan untuk mengolah data akuntansi unit usaha skala kecil, sehingga dapat membantu para pengelola usaha mikro untuk membukukan transaksi usahanya dengan cepat singkat dan hasil yang akurat, sehingga para pengelola dapat mengetahui laba dan posisi keuangan setelah satu periode tertentu. Aplikasi inilah yang akan menjadi produk yang layak tampil dan ditawarkan dalam pameran.

Mata pelajaran produktif lainnya di kompetensi keahlian Akuntansi yang sangat mungkin melahirkan produk-produk yang layak tampil adalah produk kreatif dan kewirausahaan. Dari mata pelajaran ini belajar bagaimana membuat prototype produk barang/jasa. Jika guru mata pelajaran ini berhasil mengarahkan para siswa untuk bisa membuat produk-produk bernilai jual baik berupa produk olahan seperti makanan, produk budidaya seperti ikan, sayuran, atau produk hasil kerajinan seperti souvenir atau cendera mata sudah pasti akan tersedia produk yang cukup banyak untuk memenuhi ruang pamer.

Bertudung mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan ini maka para siswa dan guru Akuntansi tidak perlu malu-malu dan ragu-ragu lagi, karena  sah-sah saja kalau misalnya pada suatu pameran kompetensi Akuntansi menggelar produk-produk hasil kreatifitas para siswa yang tidak muncul secara spesifik dari mata pelajaran Akuntansi namun menjadi ranah pencatatan akuntansi.

Sebagai contoh Akuntansi manufaktur mempunyai obyek pencatatan menghitung biaya produksi sehingga diperoleh harga pokok produk, akuntansi perusahaan dagang mempunyai obyek mencatat transaksi-transaksi perdagangan yang antara lain membeli barang dagangan, membayar ongkos angkut pembelian, menjual barang dan sebagainya. Alur kerja akuntansi ini dapat disajikan dalam bentuk diskripsi singkat ataupun flowchart untuk menambah sempurnanya display ruang pameran.

Tidak kalah penting adalah pengaturan tata ruang serta penyajian materi pameran yang komprehensif, memperhatikan keterkaitan dan sistematika yang baik, yang akan memberikan gambaran atau pemahaman yang mudah bagi para pengunjung tentang obyek, proses dan hasil kerja dari akuntansi. (igi2/zal)

GURU SMK NEGERI 1 SALATIGA