E-Dabu Mudahkan BU Urus Kepesertaan Pekerja

256
LAYANI MASYARAKAT : Suasana kantor pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Magelang di Jalan Gatot Soebroto. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
LAYANI MASYARAKAT : Suasana kantor pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Magelang di Jalan Gatot Soebroto. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang mengajak badan usaha (BU) di wilayah kerjanya memanfaatkan aplikasi Elektronik Data Badan Usaha (E-Dabu). Fitur pendukung pelayanan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tersebut diklaim memudahkan perusahaan mengurus kepesertaan pekerjanya.

Kabid Perluasan Peserta dan Kepatuhan, BPJS Kesehatan Cabang Magelang, Nugroho Teguh menjelaskan, aplikasi ini dikhususkan bagi peserta JKN-KIS segmen BU dalam melakukan berbagai cek tagihan. Seperti iuran bulanan, mutasi segmen kepesertaan, pembaharuan upah, penambahan maupun pengurangan pekerja, perubahan data pekerja dan anggota keluarganya, pencetakan e-Id dan referensi fasilitas kesehatan (faskes) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Setelah BU mendaftar ke BPJS Kesehatan, BU akan diberikan user name dan password yang akan digunakan BU untuk login ke aplikasi E-Dabu,” ujar Nugroho.

Dia mengungkap, aplikasi ini juga tidak menyulitkan pengguna. E-Dabu, kata dia, bisa diakses melalui internet publik. “Sehingga BU tidak perlu jaringan khusus untuk membukanya, dan bisa dibuka melalui smartphone,” akunya.

Kelebihan dari aplikasi ini menurutnya cukup banyak. Yakni terletak pada fitur terbarunya yang memudahkan perusahaan melakukan pengecekan maupun perubahan data secara aktual, tanpa harus mendatangi kantor pelayanan BPJS Kesehatan. Kemudian, tersedia fitur approval.

“Untuk layanan ini, perusahaan bisa memberikan persetujuan terhadap data calon peserta untuk dilanjutkan didaftarkan atau ditunda sementara waktu menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Lalu, fitur cetak tagihan juga tersedia dalam aplikasi ini. Termasuk kemudahan dalam laporan rekap iuran peserta. “Perusahaan bisa mengunduh jumlah iuran bulanan dari keseluruhan karyawan atau jumlah peserta yang telah didaftarkan. Sehingga tidak perlu merangkap satu per satu pekerja.”

Masih menurut Nugroho, aplikasi online ini dirancang untuk membantu mempercepat pendaftaran perserta JKN-KIS dari BU atau perusahaan. Selain itu, mempermudah BU dalam memasukan data pekerja di sektor formal yang memiliki kompleksitas data dan beragam. Saat ini, baru 366 BU yang menggunakan E-Dabu dari sekitar 1.251 BU yang terdaftar. (put/lis)