33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Diterbangkan, lalu Ditambatkan

Meriah, Java Balloon Festival Wonosobo 2018

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO—Ratusan balon warna-warni, Selasa (19/6) pagi, menghiasi langit Wonosobo. Balon-balon hasil kreasi peserta Java Balloon Festival Wonosobo 2018 itu, mengudara dengan cara ditambatkan di lapangan GeoDipa, Selomerto, Wonosobo. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 40 Tahun 2018 tentang Penggunaan Balon Udara  pada Kegiatan Budaya Masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh AirNav Indonesia bekerja sama dengan Polres Wonosobo, Pemkab Wonosobo,  Kodim 0707 Wonosobo, dan Kementerian Perhubungan RI berlangsung meriah. Ribuan masyarakat Wonosobo bersuka cita, bisa melaksanakan tradisi menerbangkan balon, dengan cara yang aman, tanpa membahayakan penerbangan.  Kegiatan serupa, pada 21-22 Juni juga digelar di Pekalongan dan Ponorogo, Jawa Timur.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto, menjelaskan, pihaknya menggelar festival balon udara untuk memberikan solusi terhadap tradisi menerbangkan balon udara tradisional agar tidak sampai ganggu lalu lintas penerbangan. “Ini upaya kami memberikan solusi. Bahwa balon tanpa kendali bahayakan lalu lintas udara. Karena ini sudah menjadi tradisi, maka solusinya balon ditambatkan agar terkendali.”

Melalui pendekatan festival balon dengan cara balon ditambatkan, mampu menekan jumlah balon liar. “Laporan balon udara liar dari pilot semakin menurun. Jika sebelumnya pada hari pertama Lebaran ada 71 temuan balon udara, semakin ke sini jumlahnya turun signifikan,” kata Novie.

Coorporate Secretary  Air Nav Indonesia, Didiet K.S Radityo menambahkan, ke depan masyarakat Jawa Tengah bisa menerbangkan balon udara sesuai  ketentuan yang berlaku, sehingga keselamatan penerbangan tidak terancam lagi. “Kegiatan ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama, apalagi di atas Jawa Tengah ini, adalah rute ke-5 tersibuk di dunia, sekaligus perlintasan dari pesawat domestik maupun internasional.”

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso yang hadir di lokasi menyatakan, keterlibatan pihaknya pada kegiatan tersebut untuk tetap melestarikan tradisi menerbangkan balon udara. Sekaligus, sebagai upaya pencegahan agar warga paham untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar alias tidak terkendali.

“Melalui acara ini, kami menargetkan untuk meredam balon udara yang liar itu hingga 100 persen, karena itu membahayakan penerbangan. Festival ini salah satu cara kami memberi pemahaman agar yang menerbangkan balon bisa terkontrol seperti ini.”

Dikatakan, selain melalui  festival balon, berbagai sosialisasi terus digencarkan dengan melibatkan komunitas pecinta balon dan masyarakat umum, sebelum festival digelar. Kegiatan Java Balloon Festival Wonosobo 2018 semakin meriah dengan suguhan hiburan artis dangdut ibu kota, Inez Sintya dan Jodie Idol. Kegiatan ini juga dimeriahkan bazaar UMKM, pentas kesenian tradisional khas Wonosobo dan hiburan lainnya. Festival balon menyediakan total hadiah puluhan juta rupiah. (adv/ali/isk)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mengenal Ajaran Islam dari Tukang Batu

”Nah, dalam pencarian jati diri itu, saya akhirnya kenal Pak Min. Jadi, yang mengenalkan ajaran Islam pertama ke saya seorang tukang batu, bukan ustad.”...

Salah Ambil Video, Gubernur Makkah Dikira Mantan Paus Mualaf

JawaPos.com - Penyebar hoax yang satu ini kurang kreatif. Sebab, dia masih membiarkan adanya fakta tersimpan di pesan yang disebarkannya. Penyebar hoax yang dimaksud...

Persis Ambil Alih Capolista

SEMARANG – PSIS Semarang tampaknya masih harus bersaing sengit dengan Persis Solo dalam hal perburuan Capolista (pemuncak klasemen sementara) Grup 4 gelaran Liga 2...

Penegakan Hukum Masih Abaikan Keadilan

SEMARANG - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antazari Azhar menilai penegakan hukum di Indonesia selama ini masih mengabaikan nilai-nilai keadilan. Bahkan, dalam beberapa...

Tambah Jadwal KA Tujuan Semarang-Tegal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tingginya okupansi pengguna kereta api (KA) Kaligung relasi Semarang-Brebes dan Tegal membuat PT KAI Daop 4 Semarang, melakukan penambahan perjalanan KA...

Pasarkan Hasil Pertanian Secara Online

KALIWUNGU – Bekerjasama dengan sejumlah pihak, Pemerintah Desa Kaliwungu memberikan pelatihan IT kepada petani Desa. Pelatihan ini dimaksudkan agar para petani ke depan bisa memasarkan hasil...