RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-DPRD Jateng menyorot rencana pembangunan tanggul laut sebagai rangkaian jalan tol Semarang-Demak. Pasalnya, sesuai Detail Engineering Design (DED), panjang tanggul laut hanya sekitar 3 km. Hal itu, kurang efektif dan tak bisa menanggulangi rob di kawasan sepanjang Sayung Demak.

“Tanggul laut hanya 3 km, jelas sangat pendek dan kurang efektif. Padahal kalau mau dibuat 15 kilometer masih sangat memungkinkan,” kata Anggota Komisi D DPRD Jateng, Abdul Aziz.

Padahal, pembangunan tanggul laut diharapkan bisa mengatasi masalah rob di kawasan Sayung. Tapi, jika 3 km hanya menggeser wilayah rob yang semakin membahayakan ke depannya. “Di Sriwulan sudah ada tiga desa yang hilang karena rob. Jika tak segera diatasi, bisa merambah ke desa lainnya,” ujarnya.

Politisi PPP ini menambahkan, DED tol Semarang-Demak sudah jadi dan rencananya akan dilakukan groundbreaking pada tahun ini. Meski demikian, ia akan mencoba berkonsultasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar proyek nasional dapat disinergikan dengan persoalan yang ada di daerah.

“Semua berharap tol Semarang-Demak bisa cepat digarap. Kami berharap, tanggul lautnya bisa lebih panjang agar bisa menghemat biaya dan efektif mengatasi rob,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengatakan semua warga desa di sekitar lokasi proyek harus segera pindah saat pembangunan fisik proyek dimulai. “Saat ada tanggul, warga harus pindah. Karena itu, merupakan kawasan strategis nasional,” katanya.

Ia menambahkan, proyek Tanggul Laut dan Tol Semarang-Demak sangat bagus dan ditunggu masyarakat. Sehingga bisa menjadi alternatif mengatasi masalah banjir dan kemacetan di area tersebut. “Kami mendukung dan berharap prosesnya bisa cepat rampung,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pengerjaan proyek tanggul laut memerhatikan sistem drainase. Pasalnya, selama ini daerah di lokasi proyek sering dilanda rob dan banjir yang berkaitan dengan Sungai Babon. “Problemnya, Sungai Babon sendiri membawa sedimen besar,” tambahnya. (fth/ida)