NGAJI BARENG : Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziah dalam acara Ngaji Sareng Ida Fauziyah bersama Perempuan Muda Nahdlatul Ulama (NU), di Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara. (IST)
NGAJI BARENG : Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziah dalam acara Ngaji Sareng Ida Fauziyah bersama Perempuan Muda Nahdlatul Ulama (NU), di Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara. (IST)

RADARSEMARANG.COM, KLATEN-Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah bertekad meminimalisasi kaum perempuan di provinsi ini bekerja di luar negeri. Utamanya untuk pekerjaan domestik. “Akan lebih baik bekerja di daerah sendiri dan di negeri sendiri,” kata Ida Fauziyah saat Ngaji Bareng Mbak Ida di Kabupaten Klaten.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kesehatan dan pendidikan kaum perempuan Jateng lebih rendah dibanding kaum laki-laki. “Memang satu sisi, angka usia harapan hidup kaum perempuan lebih panjang dari laki-laki,” sebutnya.

Kondisi itu, jelas dia, bisa menjadi masalah ke depan. Akibat umur lebih panjang, maka memungkinkan kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. “Gak patik pinter karena sekolahnya masih rendah, juga gak patik sehat, tapi usia harapan hidupnya panjang. Ini bisa jadi beban berat ke depan,” beber pendamping Sudirman Said dalam Pilgub ini.

Sisi lain, pendapatan perkapita kaum perempuan juga lebih rendah dari kaum laki-laki. Pendapatannya masih di kisaran kurang dari Rp10 ribu. Situasi itulah, yang sering membuat masyarakat rela keluar negeri. “Padahal kalau sudah berkeluarga, harus meninggalkan suami ataupun anak-anaknya,” terangnya.

Mantan ketua umum Fatayat NU ini menegaskan, siap memperjuangkan nasib kaum perempuan. Jangan terus-terusan posisinya sebagai objek, melainkan menjadi subjek. Salah satu yang disiapkan adalah membentuk wirausahawan-wirausahawan perempuan di provinsi ini. “Perempuan punya potensi kuat untuk jadi wirausahawan. Sudah banyak bukti, misal di pasar, yang jualan adalah mayoritas perempuan,” jelasnya.

Persoalan lain yang terus mengemuka, kata Ida, adalah keluhan banyak petani akan ketersediaan pupuk. Petani mengeluh sulit dapat pupuk. Ini tentu tak boleh dibiarkan terjadi terus menerus. Kami akan jadi dirijen untuk menuntaskan persoalan ini. Atas dasar itu, Ida mengajak jamaah pengajian untuk mencari pemimpin yang membawa kemaslahatan. “Bagaimana caranya? Tentu dengan mendukung dan memilih kami. Siap?” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta pengajian Istikomah mengatakan sosok Sudirman-Ida sangat pas untuk memimpin Jateng. “Jadi kami sangat siap untuk mendukung demi terwujudnya pemimpin Jawa Tengah yang membawa maslahah,” tandasya. (fth/ida)