Wirausahawan Perempuan, Tekan Bekerja di Luar Negeri

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, KLATEN-Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah bertekad meminimalisasi kaum perempuan di provinsi ini bekerja di luar negeri. Utamanya untuk pekerjaan domestik. “Akan lebih baik bekerja di daerah sendiri dan di negeri sendiri,” kata Ida Fauziyah saat Ngaji Bareng Mbak Ida di Kabupaten Klaten.

Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU ini menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kesehatan dan pendidikan kaum perempuan Jateng lebih rendah dibanding kaum laki-laki. “Memang satu sisi, angka usia harapan hidup kaum perempuan lebih panjang dari laki-laki,” sebutnya.

Kondisi itu, jelas dia, bisa menjadi masalah ke depan. Akibat umur lebih panjang, maka memungkinkan kaum perempuan menjadi kepala rumah tangga. “Gak patik pinter karena sekolahnya masih rendah, juga gak patik sehat, tapi usia harapan hidupnya panjang. Ini bisa jadi beban berat ke depan,” beber pendamping Sudirman Said dalam Pilgub ini.

Sisi lain, pendapatan perkapita kaum perempuan juga lebih rendah dari kaum laki-laki. Pendapatannya masih di kisaran kurang dari Rp10 ribu. Situasi itulah, yang sering membuat masyarakat rela keluar negeri. “Padahal kalau sudah berkeluarga, harus meninggalkan suami ataupun anak-anaknya,” terangnya.

Mantan ketua umum Fatayat NU ini menegaskan, siap memperjuangkan nasib kaum perempuan. Jangan terus-terusan posisinya sebagai objek, melainkan menjadi subjek. Salah satu yang disiapkan adalah membentuk wirausahawan-wirausahawan perempuan di provinsi ini. “Perempuan punya potensi kuat untuk jadi wirausahawan. Sudah banyak bukti, misal di pasar, yang jualan adalah mayoritas perempuan,” jelasnya.

Persoalan lain yang terus mengemuka, kata Ida, adalah keluhan banyak petani akan ketersediaan pupuk. Petani mengeluh sulit dapat pupuk. Ini tentu tak boleh dibiarkan terjadi terus menerus. Kami akan jadi dirijen untuk menuntaskan persoalan ini. Atas dasar itu, Ida mengajak jamaah pengajian untuk mencari pemimpin yang membawa kemaslahatan. “Bagaimana caranya? Tentu dengan mendukung dan memilih kami. Siap?” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta pengajian Istikomah mengatakan sosok Sudirman-Ida sangat pas untuk memimpin Jateng. “Jadi kami sangat siap untuk mendukung demi terwujudnya pemimpin Jawa Tengah yang membawa maslahah,” tandasya. (fth/ida)

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Gelar Wayang Binatang, Lestarikan Kearifan Lokal

UNGARAN–Melestarikan kearifan lokal dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kali ini, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Doplang Kecamatan Bawen menggelar pagelaran wayang...

Pelatda PON Sulit Komplet

SEMARANG – Tim sepak bola Jateng akan langsung menggeber persiapan mereka setelah memastikan satu tiket lolos ke PON XIX/2016 Jabar. Coach Anjar Jambore rencananya...

Olahraga Jateng Mati Suri, Wacana Musorprovlub KONI Menguat

Hartono Sudah Talangi Dana Rp 1,5 Miliar SEMARANG – Kisruh kondisi olahraga di Jawa Tengah yang diakibatkan macetnya pendanaan sejak Januari 2014 lalu makin membuat...

Wajibkan Desa Punya Perpustakaan

KAJEN – Rendahnya minat baca di Kabupaten Pekalongan membuat Bupati Asip Kholbihi berencana mewajibkan semua desa untuk memiliki perpustakaan desa. Hal itu disampaikan Asip...

More Articles Like This

- Advertisement -