RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman meminta pemerintah menggenjot upaya pengentasan kemiskinan di Jateng. Hal itu perlu diupayakan Pemprov Jateng karena saat ini masih ada 300 ribu warga masuk dalam kategori miskin. Data itu merupakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah.

“Kami (DPRD Jateng, red) sudah meminta kepada pihak eksekutif untuk menggenjot upaya tersebut. Karena, sejak 2010 sampai sekarang, angka kemiskinan hanya berkurang 3 persenan. Itu cukup lamban, tapi tetap terus diupayakan,” katanya.

Politisi PKB ini menambahkan, Pemprov Jateng harus lebih agresif lagi dalam penanganannya. Pengentasan kemiskinan harus didukung peran aktif dari semua stakeholder atau para pemangku kepentingan. Peran aktif itu bisa dimulai dari lingkungan RT (rukun tetangga).

“Itu bagus karena masyarakat peduli dengan tetangganya. Sebagai contoh, mencari tahu apakah anak-anak tetangganya sudah bersekolah atau belum. Itu untuk melatih kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya.

Problem lainnya, kemiskinan itu jangan hanya dilihat sebagai objek tapi subjek. Harusnya, mereka ditanya soal kebutuhannya secara real sehingga program pengentasan kemiskinan bisa efektif dan tepat sasaran. “Sebagai contoh, masyarakat butuh ikan, tapi malah diberi cangkul. Itu yang saya dapatkan dari aspirasi masyarakat,” katanya.

Persoalan lainnya yakni birokrasi dalam pengurusan administrasi. Ia mengatakan administrasi untuk mengurus sejumlah surat seperti jaminan kesehatan dan pendidikan bagi warga tidak mampu harus cepat dan tidak berbelit-belit. “Pemerintah harus hadir dan terjun langsung. Jadi apa yang diinginkan masyarakat bisa benar-benar terakomodasi dan lebih menyentuh kepentingan bersama,” tambah Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto.

Ia menambahkan, kemiskinan harus menjadi perioritas oleh Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota. Program yang dibuat harus mengena dan benar-benar yang dibutuhkan masyarakat Jateng. “Seluruh intrumen harus komitmen bareng. Anggaran harus pro rakyat kecil, agar kemiskinan bisa ditekan,” tambahnya. (fth/ida)