Perlu Agresif Tekan Kemiskinan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman meminta pemerintah menggenjot upaya pengentasan kemiskinan di Jateng. Hal itu perlu diupayakan Pemprov Jateng karena saat ini masih ada 300 ribu warga masuk dalam kategori miskin. Data itu merupakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah.

“Kami (DPRD Jateng, red) sudah meminta kepada pihak eksekutif untuk menggenjot upaya tersebut. Karena, sejak 2010 sampai sekarang, angka kemiskinan hanya berkurang 3 persenan. Itu cukup lamban, tapi tetap terus diupayakan,” katanya.

Politisi PKB ini menambahkan, Pemprov Jateng harus lebih agresif lagi dalam penanganannya. Pengentasan kemiskinan harus didukung peran aktif dari semua stakeholder atau para pemangku kepentingan. Peran aktif itu bisa dimulai dari lingkungan RT (rukun tetangga).

“Itu bagus karena masyarakat peduli dengan tetangganya. Sebagai contoh, mencari tahu apakah anak-anak tetangganya sudah bersekolah atau belum. Itu untuk melatih kepedulian kepada masyarakat,” ujarnya.

Problem lainnya, kemiskinan itu jangan hanya dilihat sebagai objek tapi subjek. Harusnya, mereka ditanya soal kebutuhannya secara real sehingga program pengentasan kemiskinan bisa efektif dan tepat sasaran. “Sebagai contoh, masyarakat butuh ikan, tapi malah diberi cangkul. Itu yang saya dapatkan dari aspirasi masyarakat,” katanya.

Persoalan lainnya yakni birokrasi dalam pengurusan administrasi. Ia mengatakan administrasi untuk mengurus sejumlah surat seperti jaminan kesehatan dan pendidikan bagi warga tidak mampu harus cepat dan tidak berbelit-belit. “Pemerintah harus hadir dan terjun langsung. Jadi apa yang diinginkan masyarakat bisa benar-benar terakomodasi dan lebih menyentuh kepentingan bersama,” tambah Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto.

Ia menambahkan, kemiskinan harus menjadi perioritas oleh Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota. Program yang dibuat harus mengena dan benar-benar yang dibutuhkan masyarakat Jateng. “Seluruh intrumen harus komitmen bareng. Anggaran harus pro rakyat kecil, agar kemiskinan bisa ditekan,” tambahnya. (fth/ida)

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This