Pemecahan Masalah Trigonometri yang Mendekati Soal “HOTS”

1904
Oleh: Retno Gianti SPd
Oleh: Retno Gianti SPd

RADARSEMARANG.COM – Pemecahan masalah Trigonometri  yang mendekati soal  HOTS atau high order thinking skills yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi, sangat perlu diberikan pendidik kepada peserta didiknya. Karena soal-soal HOTS sangat ditakuti peserta didik, mereka menganggap soal-soal tersebut sulit.  Terbukti pada soal ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Matematika kemarin, banyak  dikeluhan oleh peserta didik. Karena itu seorang pendidik  perlu mengetahui kesulitan-kesulitan peserta didiknya dalam menyelesaikan soal khususnya pada materi  Trigonometri. Bagaimana soal yang diberikan pendidik baik soal uraian yang menuntut jawaban keterampiran proses  dan soal pilihan ganda (PG) dapat diselesaikan oleh peserta didik.

Oleh karena itu, pendidik perlu mengidentifikasi dimana kesulitan-kesulitan yang sering dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal. Seperti pada soal HOTS materi perbandingan Trigonometri dan aturan sinus.  Pendidik harus bisa membuat soal yang dapat mengetahui keterampilan proses peserta didik dalam menyelesaikan soal tersebut. Sehingga pendidik dapat mengetahui langkah demi langkah penyelesaian soal peserta didik tersebut. Dan apabila soal itu menjadi soal pilihan ganda, peserta didik dapat mengerjakan soal tersebut dengan mudah.

Dalam pemecahan masalah matematika khususnya Trigonometri yang mendekati soal HOTS, ada soal yang dapat diselesaikan dengan beberapa cara, seperti soal  nomor 23  Matematika  Unas SMA/MA program IPA/MIPA    tahun 2018.  Yakni:  Sisno diminta mengukur tinggi tiang bendera menggunakan klinometer. Saat pertama berdiri dengan melihat ujung tiang bendera, terlihat pada klinometer menunjuk pada sudut 600. Kemudian ia bergerak menjauhi tiang bendera sejauh 10 meter dan terlihat pada klinometer sudut 450.

Dari soal tersebut jawaban peserta didik yang dapat menalar dan menyelesaikan dengan tepat soal HOTS tersebut seharusnya adalah   (15+ 5 ) m,  karena tinggi dari Sisno tidak  diketahui sehingga tidak diperhitungkan. Dalam hal ini dianggap nol.  Bagaimana soal pilihan ganda (PG) HOTS tersebut dapat dikerjakan peserta didik dengan cara yang cepat dan tepat. Untuk itu, pendidik harus mengenalkan penyelesaian beberapa cara tersebut kepada peserta didik.

Pada UU Guru dan Dosen pasal 14 (1) Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak: f. memiliki dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan / atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan. Karena pendidik itu sendiri yang  mengetahui kemampuan dan kondisi peserta didiknya. Penilaian yang diberikan  pendidik seperti penilaian harian (PH) yang terdiri atas ulangan, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Sedangkan penilaian akhir semester (PAS) dan penilaian akhir tahun (PAT) yang dilakukan oleh satuan pendidikan.  Untuk soal-soal HOTS yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi perlu dikenalkan, sehingga peserta didik terbiasa dengan soal-soal HOTS tersebut. Karena soal HOTS memiliki tingkat berpikir menganalisis, mengevaluasi, sampai ke mencipta, maka sebaiknya pendidik memberi soal tersebut lebih banyak dalam bentuk soal Uraian (Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan SMA:  27).  Apalagi soal HOTS  menjadi standar pelaksanaan UN yang sudah dimulai tahun ini  hingga 2025 (pikiran rakyat.com/pendidikan/2018/04/13/kemendikbud-soal2 Unbk).

Untuk itu dalam pemecahan masalah Trigonometri yang mendekati soal  HOTS, pendidik dalam hal ini guru matematika perlu membiasakan mengenalkan soal-soal “HOTS” tersebut kepada peserta didik. Kemudian mengidentifikasi kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan soal HOTS tersebut, dengan menganalisis jawaban dari peserta didik dan  mengetahui kesulitan yang dihadapi mereka. Dengan mengidentifikasi kesalahan yang sering dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal tersebut, diharapkan kemudian pendidik dapat memberikan solusi dengan memberi beberapa cara penyelesaian dari soal-soal HOTS tersebut, sehingga dapat mendeteksi kemampuan peserta didik. Dari sini, peserta didik dapat memilih cara yang cepat dan tepat untuk menyelesaikan soal-soal HOTS tersebut. (igi2/aro)

Guru SMA Negeri 3 Salatiga