33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Menciptakan Budaya Kerja Industri di SMK

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – SESUNGGUHNYA pendidikan merupakan pembudayaan (encultural), suatu proses untuk mentasbihkan seseorang mampu hidup dalam suatu budaya tertentu. Konsekuensi dari pernyataan ini, maka praktik pendidikan harus sesuai dengan tuntutan budaya kerja industri sebagai bagian dari budaya masyarakat. Kebutuhan akan implementasi program budaya kerja sesuai standar industri dianggap penting dan genting untuk segera dilaksanakan di sekolah dalam rangka menyiapkan lulusan yang siap menghadapi ketatnya persaingan dunia kerja di era global saat ini.

Program budaya kerja industri bertujuan mengimplementasikan standar sikap kerja tidak hanya sebatas mengerti jelas, tetapi juga memahami maksud-maksud yang terkandung di setiap sikap kerja antara lain; keselamatan & keamanan, kualitas, kuantitas, biaya dan manusia. Sasaran budaya kerja industri di SMK adalah siswa, tenaga pendidik, tenaga non kependidikan, lingkungan kerja, dan lingkungan belajar.

Jurusan akuntansi yang sampai saat ini masih menjadi jurusan favorit di SMK Program Bisnis Manajemen, tidak dapat terlepas dari  hubungan kerjasama dengan dunia usaha/ dunia industri (DU/DI). Keterikatan dari sisi input/masukan, tentang materi dan bahan ajar yang sesuai tuntutan DU/DI, dari sisi proses pelaksanaan pembelajaran teori dan praktek serta praktek kerja industri, dan dari sisi output dalam rangka memasarkan tamatan yang cakap dan kompeten (hard skill dan soft skill) untuk dapat diterima dunia kerja.

Konsep program budaya kerja di jurusan akuntansi SMK meliputi pengembangan soft skill dan hard skill. Pengembangan soft skill diwujudkan dalam pengembangan budaya industri di sekolah dimulai dari peningkatan wawasan melalui seminar atau workshop akuntansi, kemudian diikuti penerapan sikap dalam kegiatan sehari – hari baik dalam komunikasi / tata pergaulan maupun dalam kegiatan praktik di laboratorium akuntansi. Melalui cara ini budaya kerja diharapkan akan terinternalisasi sampai pada tataran afektif dan psikomotorik peserta didik.

Sedangkan pengembangan hard skill diwujudkan dalam peningkatan keterampilan dalam menciptakan produk sesuai kompetensi kejuruannya, di mana produk-produk yang dihasilkan selalu diupayakan memenuhi standar industri.

Sasaran dari program budaya kerja ini adalah perubahan sikap kerja yang berdasarkan standar kerja di industri, yakni 1)Work Habit (Kebiasaan kerja), 2) Basic Mentality (Dasar Mental), 3) 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) yaitu proses perubahan sikap dengan menerapkan penataan dan kebersihan tempat kerja, 4) KYT (K=Kikin=Bahaya, Y=Yoshi=Duga, Training=Latihan) yaitu tindakan keselamatan dalam bekerja, 5) APD (A=Alat, P=Pelindung; D=Diri) yaitu alat keamanan dalam bekerja, 6) JI ( Job Instruction ), SOP (Standart Operational Prosedure) yaitu standar/ pedoman pokok dalam bekerja yang merupakan aturan secara tertulis untuk menjalankan pekerjaan, 7) QCC (Qualiti Control Circle) atau GKM (Gugus Kendali Mutu) yaitu sistem pengawasan dan evaluasi dalam kerja, 8) One Sheet Report yaitu kertas kerja sebagai acuan kerja, 9) Horenso (Hokoku=Melapor, Renraku=Menghubungi, Sodan=Meminta Nasehat), yaitu prosedur kerja dalam setiap pekerjaan yang diberikan atasan, 10) KAIZEN (KAI= Perubahan, ZEN=Baik), yaitu harapan/ tujuan kerja, 11) Presentation Skill (pelaporan dalam pekerjaan) yaitu penyajian laporan keuangan sebagai produk akuntansi.

Program Budaya Industri diperlukan karena adanya tuntutan dunia industri terhadap mutu lulusan SMK yang kompeten baik dari aspek hard skill maupun soft sklill sehingga situasi industri sudah terpola/ membudaya di lingkungan sekolah. Program budaya industri terbukti mampu menjawab kebutuhan akan perlunya suatu program yang menjembatani kesenjangan antar budaya kerja di industri dengan budaya kerja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terhadap standar kerja yang dibutuhkan oleh industri. (igi2/aro)

Guru Akuntansi SMK Negeri 1 Salatiga

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harus Ada Pencatatan Yang Jelas

ADANYA ibu yang berbagi ASI kepada bayi lain harus menjadi perhatian serius. Sebab, hal itu akan memunculkan persoalan baru di kemudian hari bagi anak-anak...

Hanya Ganjar yang Tolak Uang Suap

SEMARANG - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang belakangan disebut-sebut ikut menerima uang panas korupsi e-KTP, telah dimentahkan. Terbukti, dari dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP)...

Pj Wali Kota Jambi Ikut Ruwatan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ada yang berbeda dengan ruwatan di Pendopo Notobratan, Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota, kemarin. Yaitu, dengan hadirnya Penjabat (Pj) Wali Kota...

Lesehan, Menteri Susi Ajak Anak Makan Ikan

REMBANG – Pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Enthus Susmono dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Kamis (7/12) malam. Di sela-sela pagelaran Susi...

Pegawai Kejari Tertipu Rp 400 Juta

SEMARANG – Seorang pegawai Kejaksaan Negeri Semarang (Kejari) harus rela kehilangan uang senilai Rp 400 juta, setelah tergiur dengan iming-iming Maria Endang, warga Perum...

Makam Diuruk, Warga Marah

SEMARANG - Ratusan warga di empat RW Kelurahan Tawang Mas, Kecamatan Semarang Barat kemarin menghentikan beghu yang digunakan untuk meratakan tanah pemakaman Tawang Ngaglik....