33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Kompetensi Dokter Harus Ditingkatkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kompetensi dokter perlu ditingkatkan. Utamanya dalam menghadapi Masyarkat Ekonomi Asean (MEA) yang akan ada mobilisasi dokter di negara-negara ASEAN.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Prof Dr Ilham Oetama Marsis SpOG mengatakan bahwa dalam MEA, seorang dokter bisa bekerja dan masuk ke negara lain jika memiliki kompetensi yang baik.

”Sehingga, tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan kualitas dokter agar mampu bersaing dengan dokter-dokter asing,” jelasnya saat berkunjung ke Semarang beberapa waktu lalu.

Peningkatan kompetensi dokter, juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan kedoteran di Indonesia. Tentu, juga harus ada peningkatan standar kompetensi dari yang sebelumnya nasional menjadi tingkat ASEAN.

”Agar setara dengan negara-negara lain. Sehingga, bagaimana untuk meningkatkan pendidikan di jawa Tengah, itu menjadi tugas kita bersama-sama,” ujarnya.

Ia menilai, saat ini pendidikan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Seperti Singapura Malaysia, Muangthai. Pendidikan di sini, lanjutnya, masih tertinggal dalam hal teknologi. Sehingga untuk mengejar ketertinggalan itu, kata dia, harus ada kerjasama yang baik antara pemerintah dengan profesi.

Dr Djoko Handojo SpB SpB(K)Onk, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah menambahkan, mau tidak mau dokter akan menghadapi MEA dan globalisasi. Hal ini berarti, tidak ada sekat lagi bagi dokter-dokter di negara ASEAN.

”Kita tahu bagaimana di luar negeri sudah hebat. Kita juga pengen hebat tentunya. Tapi untuk bisa hebat kita butuh infrastuktur untuk pendidikan. Ini yang menjadi persoalan,” ujarnya.

Di tahun 2025, ia katakan, tenaga dari luar negeri akan masuk tanpa bisa dibendung. Tanpa kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni, maka dokter dari luar akan masuk dengan sangat mudah.  ”Seperti ini tidak hanya menjadi tanggung jawab profesi saja. Bersama pemerintah, kita harus berjalan bersama sama,” tandasnya. (sga/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kerajinan Limbah Logam

RADARSEMARANG.COM - Indarto saat mengelas logam untuk kerajinan di bengkel kerjanya Lilo Art and Crat,Jalan Anjasmoro V, Kota Semarang, Senin (27/8) kemarin. Indarto mengubah...

50 Tahun Menjadi Sahabat Sehat Keluarga Anda

Laboratorium Klinik CITO didirikan pada 10 April 1967 oleh H. Achmad Djoeahir. Awalnya, hanya merupakan laboratorium kecil yang berdiri di Jalan Imam Bonjol No...

Mario Unjuk Gigi di Switch

PADA 1996, Nintendo merilis Super Mario 64. Game tersebut merupakan debut Mario dalam grafis 3D setelah merajai genre action 2D sejak 1985. Ketika itu...

Komisi V DPR Dukung Pembangunan Tol Semarang-Demak

DEMAK-Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, kemarin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Demak. Rombongan wakil rakyat yang diikuti tim teknis dari Kementerian...

Selesaikan Soal-Soal IPA Berbasis Medsos

RADARSEMARANG.COM- PENYELESAIAN Soal-soal pelajaran IPA, baik dalam bentuk soal pemahaman konsep, penerapan konsep, berhitung, analisis ataupun bentuk soal lainnya, kadang membutuhkan waktu yang cukup...

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

WONOSOBO – Polres Wonosobo memusnahkan lebih dari 1.120 botol dan 100 liter miras yang disita selama Operasi Cipta Kondisi jelang bulan Ramadan 1438 H. Pemusnahan...