Jlamprang Kultur Bakal Meriah

261
MENARIK: Salah satu pawai yang digelar pada Jlamprang Kultur tahun 2017 kemarin. Tahun ini Jlamprang Kultur festival kembali digelar. (LUTFI HANAFI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENARIK: Salah satu pawai yang digelar pada Jlamprang Kultur tahun 2017 kemarin. Tahun ini Jlamprang Kultur festival kembali digelar. (LUTFI HANAFI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Dalam rangka memeriahkan tradisi peringatan Syawalan setelah hari raya Idul Fitri, berbagai kegiatan budaya akan digelar di Kota Pekalongan, salah satunya rangkaian kegiatan bertajuk Jlamprang Kultur 2018.

Selain ada tradisi yang sudah rutin digelar tiap tahun, yakni pemotongan lopis raksasa, juga ada pawai budaya dan batik.“Tahun 2018 ini kami kembali akan menggelar Jlamprang Kultur festival, namun akan ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Karena akan ada pawai lewat sungai,” ucap Panitia acara tersebut Eko K kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Salah satu kegiatan yang akan digelar adalah Kirab Budaya Kali Kupang. Kirab ini digelar untuk mengenang kembali wilayah Krapyak, Pekalongan Utara yang merupakan daerah kawasan pesisir utara Pulau Jawa, pada masa lampau punya peran strategis karena dilintasi sungai yang menjadi jalur transportasi air ke Pekalongan.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Rabu (20/6) besok mulai pukul 13.00 tersebut, berupa pawai kapal atau perahu hias budaya Nusantara. Rutenya dari pelabuhan Krapyak dan finish di Taman Jlamprang.“Pawai batik Jlamprang tetap akan kami gelar, dengan rute sama,” jelasnya.

Kirab Budaya 99 Jarik Jlamprang, atau Kirab Jlamprang Kultur, yang kata Eko akan digelar pada Kamis (21/6) mulai pukul 07.00. Dengan rute Lapangan Sorogenen sampai Lapangan Krapyak Lor. Kegiatan ini akan dimeriahkan pula dengan penampilan berbagai grup seni musik rampak.

Berikutnya, pada Jumat (22/6), akan digelar pemotongan lopis raksasa, sebagaimana yang telah digelar rutin tiap tahun di Krapyak. Kemudian pada Jumat (22/6) hingga Sabtu (23/6) juga akan digelar Pameran Batik “Pelangi di Bumi Nusantara”. Kegiatan ini akan dimeriahkan Jazz Batik dan fashion show.

Di luar itu, masih ada pula kegiatan festival penerbangan balon udara tradisional bertajuk Java Balon Festival 2018, yang akan digelar pada Jumat (22/6) di Lapangan Kuripan Lor. Event ini merupakan hasil kerjasama antara AirNav Indonesia dengan Pemerintah Kota Pekalongan.

Event ini diselenggarakan dengan maksud mensosialisasikan kepada masyarakat tentang peraturan penggunaan balon udara dalam kegiatan masyarakat. Sehingga tradisi balon di kalangan masyarakat bisa tetap berjalan tanpa membahayakan lingkungan sekitar khususnya dunia penerbangan. (han/bas)

Silakan beri komentar.