33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Menepis Kebosanan Belajar Sejarah dengan Bermain Peran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – SEJARAH tidak sekadar kejadian masa lampau, tetapi pemahaman masa lampau yang di dalamnya mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematika pelajaran bagi manusia berikutnya (Moh Hatta). Hal itulah yang harus dipahamkan kepada peserta didik, khususnya tingkat SMP. Pembelajaran sejarah dengan tema perlawanan terhadap Kolonial Belanda, mulai perlawanan Mataram, Diponegoro, Maluku, Aceh, dan sebagainya, mutlak wajib disampaikan kepada peserta didik kelas 8 semester genap  pada jenjang SMP sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini .

Tidak bisa dipungkiri, belajar sejarah memang dianggap membosankan. Itu karena sejak dahulu kita belajar sejarah dengan cara menghafal nama, tempat, dan tahun kejadian. Gambaran bahwa guru menjelaskan tentang peristiwa-peristiwa masa lalu, peseta didik diminta mendengarkan, mencatat , dan kurang diberi kesempatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Sehingga kurang menarik dan kurang menantang dan menjenuhkan.  Hal ini juga  merupakan salah satu tantangan dalam pembelajaran sejarah yang merupakan salah satu bagian dari pelajaran IPS.  Akibatnya, daya serap materi cenderung rendah dan hasil belajar tidak optimal. Kemungkinan lain bersumber dari sarana dan prasarana sekolah antara lain kurangnya sumber dan bahan ajar, lokasi sekolah yang jauh dari situs-situs sejarah maupun museum sejarah, serta media pembelajaran yang masih kurang memadai. Selain itu dari sisi peserta didik diantaranya adalah peserta didik tidak mengetahui  manfaat mempelajari sejarah sehingga peserta didik kurang berminat.

Oleh karena itu, guna menaklukkan rasa jenuh, guru perlu melakukan upaya untuk mengubah paradigma bahwa belajar IPS sama dengan menghafal materi yang demikian padat. Guru sejarah harus berpikir kreatif, bagaimana mempersiapkan metode pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. Belajar sejarah sambil bermain peran dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Selain bersifat memahami karakter pahlawan pejuang pada masanya juga bersifat menghibur, bermain peran juga lebih mudah memahami perjalanan sejarah bangsanya sendiri.  Pembelajaran yang menyenangkan membangkitkan motivasi dan antusiasisme peserta didik mengikuti pelajaran. Adapun langkah- langkah metode belajar sejarah dengan bermain peran, yakni: Pertama, diawali dengan penyampaian tema  yakni  “Perlawanan kesultanan terhadap Belanda.” Tujuan pembelajaran dan alokasi waktu 2 x tatap muka (4 x 40 menit).

Kedua, kelas dibagi dalam 4 kelompok dengan anggota 6 peserta. Ketiga, setiap kelompok, diberi tugas diskusi membuat naskah drama singkat sejarah perlawanan Belanda  dengan tema perlawanan kesultanan yang berbeda-beda dengan mengambil sumber dari buku paket, buku sejarah yang relefan, dan internet .

Keempat, peserta didik dalam kelompok diminta mempresentasikan di depan kelas dalam bentuk pertunjukan drama singkat, dengan tokoh-tokoh pahlawan yang diperankan peserta didik. Kelima, kelompok lain diminta memberi tanggapan atas pertunjukan drama singkat yang dipresentasikan dan menanyakan cerita drama singkat yang belum dipahami. Keenam, peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas cerita pertunjukan drama singkat tentang perlawanan kesultanan terhadap Belanda.

Dengan diterapkannya pembelajaran sejarah dengan model pertunjukan drama singkat yang diperankan  peserta didik , peserta didik lebih antusias secara mandiri maupun berkelompok, karena model pembelajaran ini mempunyai karakter yang mudah dan menyenangkan, sesuai dengan perkembangan jiwa peserta didik yang umumnya senang diajak bermain peran. Peserta didik lebih mengetahui dan memahami karakter tokoh pahlawan. Ditambah dengan metode pembelajaran yang tidak monoton karena guru melibatkan peserta didik berperan aktif , diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, peserta didik akan lebih menyukai dan menikmati  pelajaran sejarah. (igi2/aro)

Guru SMP Negeri 3 Salatiga

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KNC Bakal Spektakuler

KENDAL—Kendal Night Carnival (KNC) yang akan digelar di Weleri bakal berlangsung meriah. Para peserta akan menampilkan kostum megah dan arak-arakan seni budaya. Selain itu,...

Jual Menu Berbuka, Diselingi Hiburan, Pengajian, Talkshow

Tren peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan menjadi kesempatan emas bagi pedagang musiman. Seperti tampak di halaman Masjid Al Manshur Wonosobo. Tua, muda, menjajakan menu...

Reformasi Perizinan, Investasi Jateng Meroket

SEMARANG- Investasi di Jateng tumbuh signifikan hingga 53 persen per tahun. Banjir investasi usaha di berbagai sektor ini sejak 2013 hingga 2017 mampu menyerap...

Hendi Koreksi Kenaikan Retribusi

Kalau ternyata itu dari hasil sebuah rapat, saya akan minta mereka untuk mengkoreksi supaya tidak terlalu tinggi kenaikannya. Hendrar Prihadi - Wali Kota Semarang RADARSEMARANG.COM, SEMARANG...

Digusur, Bertahan di Puing-Puing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Empat kepala keluarga (KK) nekat bertahan di tengah puing-puing yang sudah dirobohkan petugas Satpol PP Kota Semarang, Senin (14/5) lalu. Saat itu...

Kemasi Paket Sabu, Oknum Polisi Dibekuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Institusi Polri kembali tercoreng. Seorang oknum anggota Unit Reserse Kriminal (Reskrim) salah satu Polsek di jajaran Polres Kendal dibekuk lantaran terlibat peredaran narkoba...