Dewan Minta Mitigasi Bencana Dioptimalkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Di Jateng sendiri, terdapat 3.600 desa yang masuk wilayah rawan bencana. Dari 3.600 desa tersebut, dua ribu di antaranya merupakan zona merah rawan longsor, dan sisanya merupakan daerah berpotensi banjir. Dari fakta itu, pendidikan atau edukasi kebencanaan sangat penting dilakukan, utamanya terhadap masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam.

“Saat ini, pemerintah menawarkan opsi relokasi, namun relokasi ini menjadi persoalan yang tidak sederhana. Orang yang sudah hidup bertahun-tahun di daerah tersebut, sangat sulit diminta pindah. Mereka sangat meyakini tanah leluhurnya. Nah, ada juga masyarakat dengan tipikal seperti ini,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng, Ahmadi.

Politisi PKS ini menuturkan bahwa kalau mendapati penduduk dengan tipikal seperti ini, pendidikan kebencanaan atau memberikan edukasi yang cukup kepada masyarakat harus dilakukan, seperti gejala bencana seperti apa dan langkah penanganan bencana seperti apa.

“Di 2018, sudah menganggarkan sosialisasi mitigasi bencana agar kemudian masyarakat punya kewaspadaan yang cukup. Sebagai contoh, di Jepang, dalam menghadapi bencana, mereka sudah sangat siap karena sudah teredukasi, sehingga atas kondisi tersebut, kami menyiapkan Perda. Paling tidak, dengan perda itu, daerah rawan bencana tidak boleh menjadi permukiman. Kalau memang hasil mitigasinya titik rawan, jangan dijadikan kawasan pemukiman,” jelasnya.

Persoalan relokasi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana tidak mudah mengingat disitu ada budaya, tradisi dan kelangsungan ekonomi masyarakat. Begitu relokasi, akan membawa dampak pada keberlangsungan ekonomi, bisa bercocok tanam, Sebagai contoh, di Semarang, tepatnya di Trangkil, Kecamatan Gunungpati, ada orang yang hidup di daerah rawan bencana, kemudian di relokasi ke Rumah Susun, akhirnya tidak mau karena di Rusun, tidak bisa ternak ayam. “Ada faktor ekonomi menyertainya. Harus diperhitungkan juga aspek ekonomi bagi warga,”tambahnya

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya edukasi bencana, termasuk dengan masyarakat yang bahkan sangat sulit untuk dilakukan relokasi.

“Kasus meletusnya Gunung Merapi tahun 2010, ada ratusan warga yang waktu itu kita upayakan relokasi, namun tidak mau, dan alhamdulillah setelah kita lakukan edukasi terus menerus, pda tahun 2014 saat Gunung Merapi menunjukkan gejala meletus, tidak diperintah langsung menuju ke titik kumpul,”ungkapnya. (fth/ida)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -