MENGANTRE : Pengunjung pasar Johar relokasi kawasan Masjid Agung Jawa Tengah menunggu kedatangan BRT koridor VII di halte BRT. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
MENGANTRE : Pengunjung pasar Johar relokasi kawasan Masjid Agung Jawa Tengah menunggu kedatangan BRT koridor VII di halte BRT. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Manfaat BRT koridor VII dirasakan masyarakat Kota Semarang. Kehadiran BRT koridor VII dinilai berpengaruh terhadap roda perekonomian para pedagang Johar yang menempati relokasi kawasan MAJT.

Hermanto, 55, pedagang pakaian mengaku ada perbedaan setelah ada transportasi yang masuk ke pasar ini. Dia menilai pasar menjadi lebih ramai dibanding sebelumnya.

”Kalau persentasenya saya tidak bisa memperkirakan. Tapi kemarin menjelang Lebaran setiap hari kalau 6-8 pembeli pasti ada,” jelasnya saat ditemui di kiosnya.

Umumnya, pada momen Lebaran pasar memang selalu ramai. Tapi Lebaran tahun ini dinilai berbeda dari tahun sebelumnya. ”Bisa jadi Lebaran tahun ini sudah banyak yang tahu bahwa pasar sudah pindah ke sini. Bisa jadi pula karena memang lebih mudah dalam hal transportasi,” ujarnya memperkirakan.

Sebelumnya , warga Semarang yang hendak ke pasar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah memang merasa kesulitan, karena harus berganti-ganti kendaraan. Tak jarang, sulitnya transportasi membuat sebagian besar warga Semarang enggan mengunjungi pasar relokasi ini.

Seperti Titik, 45, warga Genuk yang kini merasa senang karena kini bisa sering datang ke pasar menggunakan BRT koridor VII. Sebelumnya, ia mengaku tidak pernah ke pasar karena transportasinya sulit.

”Karena langsung dari Genuk menuju sini. Dulu harus pindah-pindah kendaraan kalau mau ke sini,” katanya usai belanja.

Hal senada diungkapkan Muryani, 58, yang juga mengaku lebih hemat menggunakan BRT. Pulang pergi, ia hanya merogoh kocek Rp 7.000 dengan fasilitas yang lebih memadai. ”Bersih dan adem. Selain itu yang membuat enak itu karena langsung njujug ke pasarnya,” katanya.

BRT Koridor VII ini melewati rute dari Terminal Terboyo-Woltermonginsidi- Arteri Soekarno Hatta-Johar relokasi- Bubakan-Kota Lama- Pemuda- Balai Kota- Tugu Muda- Imam Bonjol- Stasiun Tawang- Kota Lama- Bundaran Bubakan- Arteri Soekarno Hatta- Relokasi Pasar Johar- Arteri- Woltermonginsidi dan Kaligawe. (sga/zal)