Tatap Empat Laga Berat

442
WAJIB FIGHT: PSIS akan melakoni empat laga berat setelah libur lebaran mendatang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WAJIB FIGHT: PSIS akan melakoni empat laga berat setelah libur lebaran mendatang. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Setelah libur lebaran, tim PSIS Semarang akan kembali melakoni laga lanjutan Liga 1. Tercatat empat laga masih harus dilakoni Haudi Abdillah dkk sebelum putaran pertama kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu selesai.

Tak tanggung-tanggung tim berjuluk Mahesa Jenar akan melakoni empat laga berat lantaran bakal bentrok versus tim-tim besar di Liga 1. Laga pertama setelah lebaran yaitu laga tandang versus Persib Bandung 8 Juli 2018.

Kemudian Haudi Abdillah dkk akan menjamu Madura United, Kamis 12 Juli 2018. Setelah itu Mahesa Jenar akan kembali melakoni laga tandang yaitu versus Persipura Jayapura 18 Juli 2018 kemudian menutup putaran pertama menjamu Persebaya Surabaya 22 Juli 2018.

“Empat laga terakhir putaran pertama cukup berat karena kami akan bertemu tim-tim besar dan sedang dalam tren positif. Tapi kami tidak gentar, kami siap mengamankan poin di empat pertandingan tersebut,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Raihan poin memang penting bagi PSIS di empat laga tersebut mengingat saat ini tim kebanggaan masyarakat Semarang itu masih terpuruk di dasar klasemen sementara Liga 1.”Persaingan Liga 1 memang cukup ketat, raihan poin juga masih cukup ketat. Tapi kami optimistis bisa beranjak dari zona degradasi,” sambung Liluk.

Sementara Liluk mengatakan manajemen PSIS sangat menyayangkan masalah sanksi yang diterima dari Komdis PSSI ketika berlaga lawan Mitra Kukar, 28 Mei 2018 di Stadion Moch Soebroto Magelang.

Liluk mengatakan sanksi yang menimpa Haudi Abdillah dkk ini menjadi pengalaman berharga dan jangan sampai terulang kembali.”Kami sayangkan kejadian ini. Tim terkena sanksi dengan total denda sebesar Rp 75 juta. Ini jumlah yang cukup besar, dan menjadi pengalaman berharga dan jangan terulang lagi pada pertandingan kandang berikutnya dan pertandingan lainnya,” katanya.

Seperti diketahui komdis PSSI menjatuhkan sanksi ganda kepada PSIS ketika laga menjamu Mitra Kukar, akhir Mei lalu. Jenis pelanggarannya yaitu protes  berlebihan yang dilakukan pelatih PSIS Vincenzo Alberto Annese dengan masuk ke tengah lapangan dan mengikuti sampai area ruang ganti terhadap wasit yang berbuah denda Rp 25 juta.

Sedangkan satu pelanggaran lain yaitu pelemparan botol oleh suporter, dan harus terkena denda  Rp 50.000.000. “Dengan kejadian kemarin pihak manajemen sudah menegur pelatih Vincenzo Annese dan akan lebih memperketat penonton dan pedagang asongan dengan melarang membawa minuman dalam kemasan botol,” pungkasnya. (bas)