Dollar Naik, Margin Turun

189

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah memberikan dampak pada sejumlah sektor industri. Salah satunya industri farmasi dengan bahan baku yang sebagian besar harus mengimpor dari luar. “Penguatan dolar ini mengurangi margin.Tiap kenaikan nilai dolar sebesar Rp 500 saja, margin kami akan turun sebesar 2 persen,” ujar Direktur Utama PT Phapros, Barokah Sri Utami, kemarin.

Penurunan margin salah satunya karena hampir 90 persen bahan baku obat masih mengimpor. Sehingga saat dolar mengalami kenaikan, industri farmasi ini langsung terkena dampaknya. Namun demikian, sejauh ini pihaknya masih belum berencana menaikkan harga jual produk-produknya. Terlebih, sebagian besar produknya merupakan obat-obatan untuk e-catalog.Yaitu hampir 50 persen dari total produksi.

“Kenaikan dolar ini, kami masih belum melihat pengaruh jangka panjang. Kami berharap, masih bisa dikoreksi lagi dan kembali ke nilai semula yang tidak terlalu tinggi. Sehingga kami tidak sampai menaikkan harga produk,” harapnya.

Salah satu upaya mengatasi hal ini, pihaknya juga terus melakukan efisiensi. Mulai dari penggunaan tenaga listrik hingga mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak memiliki nilai tambah. “Misal untuk perjalanan luar kota, kalau bisa teleconference ya cukup dengan teleconference. Karena kantor kami ada dua, Jakarta dan Semarang. Kegiatan di dua kota tersebut juga cukup padat,” ujarnya. (dna/ida)